M4CR Berikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat Pesisir Kaltara

Rabu, 04 Nov 2026, 03:27 WIB

JAKARTA - Bagi masyarakat pesisir, mangrove menjadi bagian dalam hidup mereka. Ekosistem iniberperan menjaga lingkungan sekaligus menopang kehidupan dan sumber penghidupan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Oleh karena itu, pemulihan ekosistem mangrove terus diupayakan. Pemerintah melalui program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Kalimantan Utara (Kaltara), melakukan percepatan rehabilitasi mangrove dengan melibatkan kelompok masyarakat, serta mendorong pengembangan usaha produktif sesuai potensi lokal.

Ket. Foto: Warga dari kelompok nelayan Mekar Abadi melakukan perawatan tanaman mangrove yang ditanam di lahan tambak di Pulau Mangkasak, Desa Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, Selasa (3/11). — Sumber: Koran Jakarta/M. Fachri

PPIU Manager M4CR Kalimantan Utara, Akhmad Ashar Sarif, menjelaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya dilihat dari luasan mangrove yang direhabilitasi, tetapi juga dari keterlibatan dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Bagi kami, penting memastikan masyarakat menjadi bagian dari proses pemulihan mangrove sekaligus merasakan manfaat dari program ini. Karena itu, M4CR tidak hanya mendukung kegiatan rehabilitasi, tetapi juga memperkuat kapasitas kelompok dan mengembangkan potensi usaha masyarakat di kawasan pesisir,” ujar Akhmad.

Di Desa Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, salah satunya kelompok masyarakat Mekar Abadi dan Tunas Abadi Jaya mengembangkan budidaya udang dan bandeng melalui sistem silvofishery. Dalam praktiknya, kegiatan budidaya dilakukan dengan tetap memperhatikan keberadaan mangrove sebagai bagian dari ekosistem tambak.

Kedua kelompok tersebut telah melakukan penanaman mangrove pada area masing-masing seluas 133 hektare dan 130 hektare, dengan total lebih dari 210 ribu bibit. Selain mendukung kegiatan rehabilitasi, kelompok juga memperoleh dukungan sarana produksi melalui program matching grant M4CR untuk menunjang kegiatan budidaya perikanan.

Manfaat dukungan usaha melalui matching grant juga terlihat dari pengembangan usaha kelompok masyarakat di wilayah lain. KUKT Inggilad Taka di Desa Tengku Dacing, Kabupaten Tana Tidung, mengolah bambu menjadi kipas tangan dengan sentuhan batik. Sementara itu, LPHD Bebatu di Desa Bebatu mengembangkan produksi minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) dari potensi kelapa setempat.

Kedua kelompok tersebut mendapatkan dukungan peralatan produksi melalui M4CR agar kegiatan usaha dapat berjalan lebih baik. Dukungan ini menjadi salah satu upaya memperkuat sumber penghidupan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan mangrove.

Di Provinsi Kaltara, M4CR menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 14.576 hektare hingga 2027. Hingga pelaksanaan program, penanaman telah mencapai 4.443 hektare dengan lebih dari 3,5 juta bibit jenis Rhizophora, yang melibatkan 1.354 masyarakat setempat. ion/S-2

  • Ekosistem Mangrove

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.