Dokter Ingatkan GERD Tak Boleh Disepelekan, Kenali Gejala yang Harus Diwaspadai
Rabu, 04 Nov 2026, 04:00 WIBJakarta - Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi dan hepatologi Prof. Dr. Fahrial Syam mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) dan menyarankan pasien berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Ia mengatakan pasien perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis apabila mengalami gejala GERD berat, seperti muntah hebat, muntah darah, buang air besar (BAB) berwarna hitam, penurunan berat badan, hingga pucat akibat kekurangan zat besi.
"Karena memang mungkin juga terjadi perdarahan yang tersembunyi, yang kita bilang hanya dibuktikan dengan lab, itu juga harus segera ke rumah sakit. Atau pasien GERD yang memang dengan riwayat keluarga dengan kanker kerongkongan, misalnya, atau kanker esofagus atau kanker lambung, maka mereka ketika mengalami GERD, dia harus segera ditangani secara intensif di rumah sakit," katanya di Jakarta, Selasa (3/11).
Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI) itu menjelaskan GERD tidak hanya menimbulkan gangguan pada kerongkongan, tetapi juga dapat memicu berbagai keluhan lain yang berdampak terhadap kesehatan dan kualitas hidup pasien.
"GERD ini tidak boleh dibuat simpel karena ketika kita mengalami GERD, tadi asam lambung selain ada di kerongkongan, dia akan ke mana-mana, akan ngilu pada gusi, kemudian telinga berdengung, kemudian hidung tersumbat, juga sesak napas, kan sampai ke paru-paru. Jadi memang harus ditangani dengan baik karena apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi GERD-nya akan mengganggu kualitas hidup," ujarnya.
Menurut Fahrial, gangguan tersebut bahkan dapat memengaruhi kehidupan sosial, aktivitas sehari-hari, hingga pekerjaan. Karena itu, pasien disarankan menjalani pengobatan secara teratur sesuai anjuran dokter dan menerapkan pola hidup sehat.
Upaya tersebut antara lain dengan mencukupi kebutuhan tidur, mengendalikan stres, serta mengurangi konsumsi cokelat, keju, dan makanan atau minuman yang bersifat asam maupun pedas. Masyarakat juga dianjurkan tidak merokok dan mengonsumsi alkohol serta rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga.
Untuk mengelola stres, pasien dapat melakukan kegiatan seperti berdoa, beribadah, atau meditasi. Dukungan dari keluarga dan teman dekat juga dinilai penting dalam membantu mengendalikan tekanan psikologis.
Fahrial turut mengingatkan pasien GERD agar tetap tenang ketika gejala muncul dan tidak langsung panik. Menurut dia, kecemasan berlebihan dapat memperburuk kondisi pasien.
Ia mengatakan kerap menemukan pasien GERD yang terburu-buru mendatangi instalasi gawat darurat (IGD) atau klinik untuk mendapatkan suntikan obat penurun asam lambung karena merasa sangat tidak nyaman.
"Ketika kita mengalami kondisi itu, itu yang mesti diingatkan pasien tenang saja. Kalau dari pandangan GERD, ya kan dengan kondisi tenang ini juga akan mengurangi serangan GERD yang terjadi. Cuma kadang-kadang memang pasien-pasien GERD ini mengalami ansietas bahkan panic disorder," katanya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
7 Tanaman Obat untuk Asam Lambung Tinggi yang Ampuh dan Cara Pakainya
-
6 Obat Herbal untuk Menurunkan Asam Lambung
-
Asam Lambung Sering Naik? Pengobatan dari IDI Garut Ini Mungkin Cocok Untuk Anda!
-
Di WCCE 2026, Kementerian Ekraf Luncurkan Tiga Inisiatif Strategis
-
Roblox Alami Gangguan Global, Ribuan Pemain Gagal Login
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.