Menaker: Penyandang Disabilitas Perlu Pelatihan Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja.
Sabtu, 10 Okt 2026, 21:29 WIBMenteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan penyandang disabilitas membutuhkan pelatihan yang sesuai dengan kemampuan individu dan kebutuhan dunia usaha. Selain penguasaan keterampilan, akses terhadap lingkungan belajar yang inklusif juga penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi proses rekrutmen hingga menjalankan pekerjaan.
âKami sadar teman-teman disabilitas tidak bisa langsung diserap begitu saja oleh perusahaan. Mereka harus dibekali keterampilan yang memadai,â ujar Yassierli melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Sabtu (10/10/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan itu, Kementerian Ketenagakerjaan tengah membangun Balai Latihan Kerja (BLK) khusus penyandang disabilitas di Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, Jawa Barat. Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta sekaligus memperluas kesempatan mereka memasuki pasar kerja.
Gedung dua lantai tersebut dilengkapi sarana yang memperhatikan kebutuhan aksesibilitas, antara lain jalur landai (ramp), lift, jalur pemandu (guiding block), dan toilet khusus disabilitas. Kelengkapan ini diharapkan membantu peserta beraktivitas secara mandiri selama mengikuti pelatihan.
Di lantai dasar, tersedia sejumlah fasilitas pembelajaran berbasis praktik, seperti Lobby KOS 3 in 1, layanan customer service berbasis biometrik, serta Public Café yang berfungsi sebagai laboratorium pelatihan barista. Peserta juga dapat memanfaatkan Exhibition & Sales Gallery untuk memamerkan hasil karya dan Public Speaking Lab untuk berlatih menghadapi wawancara kerja.
Menurut Yassierli, pelatihan di balai ini tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis. Kurikulum juga mencakup pembentukan karakter dan pengembangan kecakapan digital agar kemampuan peserta selaras dengan perubahan kebutuhan pasar kerja.
Untuk menunjang pembelajaran, Kemnaker menyiapkan Digital Skills Lab untuk pelatihan pemrograman berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Batik & Craft Studio, serta Laboratorium Terapi Sensori. Ruang kelas dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan penyandang tunarungu, tunanetra, tunadaksa, maupun disabilitas intelektual.
Selain keterampilan, kesiapan mental menjadi bagian dari proses pembelajaran. Kemnaker menyediakan layanan konseling psikologi karier untuk membantu peserta mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri menghadapi lingkungan profesional.
Untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman, kawasan pelatihan juga dilengkapi Healing Garden, musala inklusif dengan fasilitas wudu adaptif, panduan Braille dan audio, serta Playground & Entertainment Zone. Berbagai fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan peserta selama mengikuti kegiatan di balai.
Yassierli berharap dunia usaha dan para pemangku kepentingan turut membuka kesempatan kerja bagi lulusan pelatihan. Keterlibatan perusahaan diperlukan agar kompetensi yang diperoleh peserta dapat sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sekaligus membuka jalan bagi disabilitas untuk berpartisipasi dalam dunia kerja.
- pelatihan kerja penyandang disabilitas
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.