Tekan Inflasi di Kulon Progo, Disperindag DIY Gelar Pasar Murah
Selasa, 03 Nov 2026, 15:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
KULON PROGO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar operasi pasar murah di Kabupaten Kulon Progo untuk menekan laju inflasi dan mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun 2026.
Pelaksanaan pasar murah dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 3–5 November 2026, dengan menyasar tiga titik lokasi strategis, yakni Kapanewon Pengasih, Lapangan Selo Hargorejo di Kokap, serta Salamrejo di Sentolo.
Pengawas Perdagangan Disperindag DIY Sabar Santoso, di Kulon Progo, Selasa (03/11), mengatakan kegiatan yang bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY ini menyiapkan total distribusi komoditas mencapai 14 ton dari berbagai bahan kebutuhan pokok.
"Kami dari tim TPID DIY mengadakan kegiatan operasi pasar murah, salah satunya di Pengasih. Dan ini berlanjut sampai tanggal 3, 4, 5 November di Kulon Progo. Total distributor yang kami bawa sebanyak 14 ton," kata Sabar.
Ia menjelaskan komoditas yang disediakan sangat bervariasi mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, hingga tepung terigu.
Pemerintah memberikan pilihan varian kualitas dari ekonomis hingga premium agar masyarakat dapat memilih sesuai kebutuhan.
Pemerintah DIY memberikan subsidi berupa penanggungan biaya ongkos kirim, sehingga harga jual komoditas di lokasi pasar murah berada di bawah harga pasaran. Sebagai contoh, gula pasir yang di pasaran dijual Rp17.500 hingga Rp18.000 per kilogram, dipasarkan seharga Rp16.000 per kilogram.
Sabar menambahkan perhatian khusus diberikan pada komoditas tepung dan gula pasir yang belakangan mulai mengalami kenaikan harga serta potensi keterbatasan stok akibat dinamika pasar global dan berakhirnya musim giling.
"Kehadiran pasar murah tersebut disambut antusias oleh warga setempat yang merasa terbantu di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pokok di tingkat pedagang eceran," katanya lagi.
Salah seorang warga, Suparti mengaku bersyukur karena dapat membeli kebutuhan dapur seperti beras, minyak goreng, telur, bawang, dan susu dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
"Ekonomi sangat sulit sekali, dengan adanya pasar murah ini sangat membantu sekali bagi ibu-ibu rumah tangga. Semenjak adanya pasar murah ini semua bisa terjangkau," kata Suparti.
Ia menuturkan harga beras di wilayah desanya sempat menyentuh angka Rp16.000 per kilogram, yang dikombinasikan dengan tingginya harga minyak goreng serta telur, sangat membebani keuangan keluarga.
"Kami berharap program intervensi pasar dari pemerintah daerah ini dapat terus berlanjut secara berkala guna menjaga stabilitas harga pangan hingga periode libur akhir tahun," katanya pula.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!