Stok Beras 4,6 Juta Ton, BULOG Pastikan Mutu Terjaga Jelang Nataru
Selasa, 03 Nov 2026, 23:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA -Perum BULOG memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 4,6 juta ton dalam kondisi terjaga mutunya menjelang akhir tahun.
Stok tersebut tersimpan di jaringan gudang BULOG di seluruh Indonesia dengan total kapasitas 6,7 juta ton. Dengan jumlah tersebut, tingkat keterisian gudang saat ini sekitar 70 persen. BULOG masih memiliki sisa ruang simpan sekitar 2 juta ton untuk menyerap hasil panen petani.
Kapasitas gudang itu terdiri dari gudang operasional 3,2 juta ton dan gudang sewa/filial 3,5 juta ton. Jaringan tersebut disiapkan untuk menghadapi peningkatan permintaan pangan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, besarnya stok harus diiringi dengan kualitas yang terjaga.
"Stok yang besar tidak berarti apa-apa jika mutunya tidak terjaga. Di balik setiap karung beras ada jerih payah petani dan amanah masyarakat. Karena itu setiap tahapan, dari penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran, harus dijalankan dengan disiplin, jujur, dan penuh tanggung jawab," ujar Rizal di Jakarta, Selasa (3/11).
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk menjaga mutu CBP, petugas di gudang menjalankan prosedur sesuai standar operasional. Mulai dari pemeriksaan fisik beras secara berkala, pengawasan kebersihan dan kondisi lingkungan gudang agar terlindung dari hama dan kelembapan, hingga pengendalian administrasi persediaan agar data stok tertib dan akuntabel.
Rizal menyebut pekerjaan menjaga mutu di gudang jarang terlihat masyarakat, namun menjadi fondasi kesiapan pangan nasional. Apalagi petugas di daerah menghadapi tantangan cuaca ekstrem.
"Setiap karung yang diperiksa, setiap gudang yang dijaga, dan setiap penyaluran yang dilaksanakan adalah bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan stok yang kuat, BULOG mengklaim siap menjalankan penugasan pemerintah di bidang pangan, mulai dari stabilisasi pasokan dan harga, bantuan pangan, hingga penanganan kebutuhan darurat bencana, khususnya menjelang Nataru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!