- Home
-
- Megapolitan
-
- Pencatutan Nama Pejabat Ja...
Pencatutan Nama Pejabat Jadi Hoaks Terbanyak
Selasa, 03 Nov 2026, 01:25 WIBJAKARTA â Berita bohong atau hoaks terbanyak di Jakarta menyangkut penipuan dan pencatutan nama pejabat. âHoaks terbanyak di Jakarta saat ini meliputi penipuan yang mengatasnamakan pejabat public,â tandas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Jakarta, Marulina Dewi, Senin (2/11).
Dia mejelaskan, hoaks tersebut antara lain berupa penipuan seperti undangan palsu, phishing, dan informasi-informasi lainnya mengatasnamakan pejabat atau orang lain. âIni perlu diperangi,â tandas Dewi. Selain itu, lanjut dia, hoaks terbanyak saat ini berita-berita pemerintah terkait bantuan sosial, kesehatan, serta kebencanaan.
Untuk memerangi berita-berita hoaks tersebut, Dewi menyebutkan sudah melakukan banyak edukasi dengan melibatkan lurah, RT, RW, serta pos-pos posyandu untuk menyampaikan berbagai program pemerintah dan mengedukasi warga terkait cara mengidentifikasi suatu kabar berita. Tak hanya itu, dia juga melaksanakan program Duta Antihoaks yang diikuti siswa-siswi sekolah.
âItu sudah kita lakukan, bahkan di sekolah-sekolah. Dengan adanya Duta Antihoaks, nanti satu tahun ke depan, mereka menjadi partner kami,â tutur Dewi. Dia pun menilai, generasi muda dipilih sebagai Duta Antihoaks agar dapat menyampaikan edukasi dengan bahasa yang lebih mudah dipahami. Dengan demikian, generasi muda diharapkan bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga penggerak perubahan perilaku digital masyarakat. âGaya bicara duta tidak lagi government style, tetapi model anak muda agar mudah diterima generasinya,â ungkap Dewi.
Sedangkan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, juga mengungkapkan agar duta antihoaks dapat memerangi berita bohong melalui program penganugerahan Duta Antihoaks. Dia berharap generasi muda generasi muda semakin berpikir kritis dan senantiasa membantu memberantas hoaks.
Menurut Pramono, Dinas Kominfotik sebenarnya sudah punya âJakarta Lawan Hoaksâ atau Jala Hoaks. Pemerintah Jakarta ingin terus melibatkan generasi muda proaktif memegerangi berita bohong. Pramono menyatakan ini dalam acara Penganugerahan Duta Antihoaks Jakarta, Senin.
Penganugerahan tersebut merupakan puncak rangkaian program yang berlangsung sejak Juli dengan diikuti 356 siswa dari 119 SMA Negeri di Jakarta. Yang terpilih, mendapat pembinaan In House Training serta pembekalan penyusunan kampanye literasi digital. Ada 10 finalis menjalankan proyek kampanye literasi digital 28 Agustus-25 September. Mereka terakhir mempresentasikan hasilnya di hadapan dewan juri 29 September.
Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi tantangan informasi. Duta Antihoaks pun diharapkan tidak berhenti sebagai penerima penghargaan, tetapi menjadi penggerak literasi digital di sekolah, komunitas, dan masyarakat.
Program Duta Antihoaks Jakarta 2026 berkolaborasi dengan berbagai lembaga seperti Bank Indonesia, Transportasi Jakarta, Jakarta Industrial Estate Pulogadung, dan Pelabuhan Indonesia. Tujuan program, untuk mendorong penguatan gerakan âJakarta Lawan Hoaksâ sebagai gerakan bersama yang membangun kebiasaan baru warga. Mereka harus kritis dalam setiap informasi, memverifikasi, dan bertanggung jawab, sebelum membagikan. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen membangun Jakarta secara teknologi. Warga tangguh menghadapi disinformasi. Ant/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mengenang Nasirun, Fadli Zon Dorong Generasi Muda Lahirkan Maestro Baru
-
Bank of America Didenda $1,2 Miliar karena Gagal Mencegah Pencucian Uang
-
The Fed Naikkan Suku Bunga
-
Makin Praktis Bansos Bakal Cair Langsung ke Rekening! Luhut Ungkap Uji Coba Dimulai 2027
-
Arteta Khawatir Cedera Bukayo Saka, Arsenal Terancam Kehilangan Winger Andalan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.