• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Apple Antisipasi Kenaikan ...

Apple Antisipasi Kenaikan Harga Memori, Strategi Borong & Timbun Komponen Dilakukan

Selasa, 03 Nov 2026, 21:36 WIB

JAKARTA - Apple secara agresif menimbun pasokan komponen, khususnya memori komputer, hingga nilainya melonjak 31,1 persen mencapai 14,54 miliar dolar AS (Rp263 triliun) pada kuartal keempat tahun ini.

Dilansir dari laporan Tech Crunch pada Senin (2/11) waktu setempat, langkah penimbunan besar-besaran ini diambil perusahaan guna mengamankan rantai pasok sekaligus meredam lonjakan harga komponen memori di pasar global yang melambung tinggi.

Ket. Foto: Ilustrasi cip memori CXMT Tiongkok. — Sumber: Istimewa

Berdasarkan laporan keuangan kuartalan terbaru, peningkatan persediaan barang tersebut melonjak signifikan dari kuartal ketiga yang berada di angka 11,09 miliar dolar AS (Rp201 triliun).

Jika dibandingkan dengan periode kuartal IV 2025 yang tercatat sebesar 5,72 miliar dolar AS (Rp103 triliun), persediaan komponen Apple tercatat mengalami lonjakan hingga 154,3 persen secara tahunan.

​Chief Executive Officer (CEO) Apple John Ternus mengonfirmasi bahwa lonjakan biaya komponen memori saat ini berada pada tingkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan diproyeksikan masih akan terus berlanjut.

Untuk mengantisipasi kelangkaan dan tren kenaikan harga tersebut, Apple mendongkrak kewajiban pembelian barang hasil produksi hingga sebesar 33 miliar dolar AS (Rp598 triliun) sepanjang periode Juni hingga September.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Apple Sabih Khan tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian kenaikan harga jual pada lini perangkat Apple mendatang guna meredam tingginya biaya produksi.

Di sisi lain, keterbatasan pasokan komponen memori ini turut berdampak langsung pada penjualan lini tablet iPad yang terkoreksi 10 persen secara tahunan menjadi 6,2 miliar dolar AS (Rp112 triliun), meleset dari estimasi para analis sebesar 6,7 miliar dolar AS (Rp121 triliun).

Strategi Apple

Sebelumnya diberitakan, seperti produsen perangkat keras lainnya, Apple menghadapi dampak lonjakan harga memori global yang dipicu oleh perkembangan pesat kecerdasan artifisial generatif.

Menurut warta TechCrunch pada Kamis (30/7), lonjakan harga memori yang disebut Chief Executive Officer (CEO) Apple Tim Cook seperti "banjir seratus tahunan" itu sangat mempengaruhi biaya produksi iPhone, MacBook, dan perangkat lainnya.

Dalam laporan keuangan terbarunya, Apple mencatat kuartal yang berakhir pada Juni 2026 sebagai kuartal terbaik sepanjang sejarah perusahaan dengan penjualan iPhone tumbuh 22 persen secara tahunan dan penjualan komputer Mac meningkat 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, perusahaan bersiap menghadapi dampak kekurangan memori, yang disebut RAMageddon, yang diperkirakan akan semakin memburuk.

Perusahaan menghadapi tantangan besar dalam mengamankan node memori canggih yang digunakan dalam chip silikon Apple, yang mendukung prosesor Seri A dan Seri M yang digunakan pada iPhone dan Mac.

"Kami terus mengharapkan tingkat permintaan yang tinggi. Namun, dengan kurangnya fleksibilitas dalam rantai pasokan, kami memperkirakan dampak kendala pasokan akan meningkat secara signifikan secara berurutan," kata Tim Cook dalam panggilan pendapatan triwulanan Apple.

"Saat ini kami melihat beberapa kendala yang sangat signifikan dengan fleksibilitas terbatas dalam rantai pasokan untuk mengatasinya," kata dia.

Apple tampaknya cukup khawatir tentang kekurangan pasokan, sehingga mengantisipasi dampaknya dengan meningkatkan persediaan.

Perusahaan melaporkan nilai persediaannya mencapai 11,1 miliar dolar AS (sekitar Rp199 triliun), hampir dua kali lipat dari nilai persediaan 5,7 miliar dolar AS (sekitar Rp102 triliun) yang dilaporkan September tahun lalu.

Ini menandakan perubahan dalam pendekatan rantai pasokan yang selama ini dijalankan di bawah kepemimpinan Cook, yang menekankan minimalisasi persediaan.

"Pada dasarnya, kami akan berjuang keras di sisi pasokan," kata Cook.

Menurut Cook, kendala pasokan membuat Apple terpaksa menaikkan harga komputer Mac dan iPad bulan lalu.

Selain Apple, perusahaan teknologi seperti Meta, Samsung, Microsoft, dan Sony juga menaikkan harga produk perangkat keras mereka akibat peningkatan biaya produksi.

Pada kuartal berikutnya, Apple memperkirakan pendapatannya akan tumbuh 9 hingga 11 persen secara tahunan.

Angka itu lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan sekitar 16 persen yang mampu dipertahankan perusahaan dalam beberapa kuartal terakhir. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.