Lawan Teror KKB di Ilaga, Aparat Buru Eksekutor Penikam ASN
Senin, 02 Nov 2026, 18:40 WIBJAKARTA - Tim gabungan kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas aksi penganiayaan berat yang menimpa seorang aparatur sipil negara. Korban berinisial MM berusia 44 tahun diserang secara mendadak oleh orang tidak dikenal di wilayah Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.
Peristiwa mengerikan ini terjadi persis di depan Bengkel Mandiri Utama, Kompleks Pasar Kago, Kampung Ulumuni. Korban ditikam saat sedang duduk santai di atas sepeda motornya pada Minggu sore lalu sekitar pukul 16.00 WIT.
Pelaku diduga berjumlah lima orang dan melancarkan aksinya dengan peran yang terbagi sangat rapi. Sebanyak tiga pelaku berperan mengawasi situasi sekitar lokasi, sementara dua eksekutor menyerang korban menggunakan pisau dari arah belakang.
Tusukan sajam tersebut mengenai leher korban hingga tembus ke bagian depan sebelum para pelaku melarikan diri. Pihak kepolisian sampai saat ini masih terus bergerak melakukan perburuan intensif guna mengidentifikasi identitas para pelaku.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo membeberkan kronologi awal evakuasi medis korban. Teriakan minta tolong korban pasca-penikaman langsung memancing kedatangan warga sekitar yang kemudian membawanya ke RSUD Ilaga.
Mengingat kondisi luka yang sangat kritis serta keterbatasan fasilitas medis setempat, korban langsung dirujuk ke RSUD Timika. Pengawalan ketat aparat dilakukan dalam penerbangan tersebut sebelum korban rencananya dirujuk kembali menuju Makassar.
"Korban mengalami luka tusuk pada bagian leher akibat penikaman dari arah belakang, saat ini korban masih dalam keadaan sadar, sementara pisau yang diduga digunakan dalam penyerangan masih tertancap di tubuhnya," kata Yusuf Sutejo.
Tim penyidik di lapangan telah melakukan olah TKP awal serta mengamankan sejumlah barang bukti penting. Barang bukti yang dicatat meliputi jaket biru navy, celana jeans biru navy, serta baju warna hitam milik korban.
Selain pakaian, sebilah pisau bergagang kayu cokelat berukuran panjang 40 sentimeter juga dicatat dalam berkas perkara. Pisau tersebut belum disita secara fisik dari tubuh korban karena masih menunggu penanganan tindakan medis ahli.
Dugaan awal kepolisian mengarah pada keterlibatan kelompok kriminal bersenjata atau KKB dalam insiden penyerangan ini. Motif penikaman disinyalir merupakan bentuk aksi balas dendam atas penangkapan salah satu DPO KKB beberapa waktu lalu.
"Berdasarkan informasi awal, kejadian ini diduga berkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata, terdapat dugaan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk balas dendam atas penangkapan salah satu DPO dari kelompok mereka yang berhasil diamankan beberapa waktu lalu, namun motif dan keterkaitan tersebut masih kami dalami," ujar Yusuf Sutejo.
Di sisi lain, kepolisian juga menyoroti maraknya penyebaran video kekerasan lama oleh influencer Sebi Sambom di media sosial. Aparat memastikan rekaman yang diunggah ulang tersebut merupakan dokumentasi peristiwa lama periode April 2026 dan September 2025.
Langkah provokasi melalui propaganda video lama disinyalir sengaja disebar untuk memicu keresahan publik di wilayah Papua. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi bohong yang tidak sesuai kondisi faktual.
"Kami mencermati adanya unggahan video aksi kekerasan yang berdasarkan hasil monitoring dan profiling merupakan video lama, masyarakat diharapkan tidak mudah percaya maupun terprovokasi oleh berita bohong atau informasi yang tidak sesuai fakta," tutur Yusuf Sutejo.
Penanganan perkara ini menjadi atensi langsung dari Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani. Pihaknya menjamin seluruh rangkaian penyelidikan bakal dilakukan secara profesional dan transparan berdasarkan alat bukti yang sah.
"Peristiwa penikaman ini menjadi perhatian serius kami, aparat akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap identitas para pelaku serta motif di balik kejadian tersebut," kata Faizal Ramadhani.
Petugas kepolisian terus meningkatkan intensitas patroli pengamanan di wilayah Ilaga guna mengantisipasi gangguan susulan. Masyarakat diminta tetap tenang serta mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus penikaman ASN ini kepada aparat penegak hukum.
- Kasus Pembunuhan
- Papua
- Aparatur Sipil Negara (ASN)
- Ilaga
- Satgas Damai Cartenz
- KKB Papua
- Pelaku Penikaman
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Couchbase Luncurkan Fitur AI Baru, Biaya Token Bisa Dipangkas hingga 60 Persen
-
Penyebab Insiden KMP Batumandi, Gubernur Banten Minta Publik Tunggu Info Resmi
-
INIS Bawa Musik Indonesia ke She Arts Festival 2026 di Mesir
-
Gejolak Minyak Dunia Mengancam, Wamenkeu Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik
-
Pria Terduga Perencana Pembunuh PM Polandia Donald Tusk Ditangkap
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.