Pokdarwis Pela-Kukar Tak Lelah Bangun Kesadaran Wisata Warga
Minggu, 11 Okt 2026, 11:30 WIBKUTAI KARTANEGARA â Kelompok Sadar Wisata Bekayuh Baumbai Bebudaya Desa Pela di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, konsisten membina kesadaran wisata masyarakat kawasan setempat guna memperkuat daya tarik bagi wisatawan.
"Penguatan Sapta Pesona yang mencakup rasa aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan menjadi fondasi utama kesadaran wisata warga," kata Ketua Pokdarwis Desa Pela, Alimin di Kutai Kartanegara, Sabtu (10/10).
Alimin menjelaskan bahwa Pokdarwis Bekayuh Baumbai Bebudaya Desa Pela yang dibentuk sejak sebelas September 2017 terus mengoptimalkan potensi lokal pariwisata kawasan Danau Semayang.
Desa Pela di Kecamatan Kota Bangun memiliki luas wilayah 2.724 hektare yang dihuni sebanyak 592 jiwa penduduk.
"Sebagian besar masyarakat Desa Pela bekerja sebagai nelayan tradisional serta mengolah hasil perikanan menjadi kerupuk, abon, dan ikan asin," ujar Alimin.
Sebagai salah satu desa wisata tertua, Pela menawarkan daya tarik keindahan alam Tanjung Tamanoh, pesona matahari terbenam Danau Semayang, hingga pesona habitat Pesut Mahakam.
Wisatawan juga disuguhi tradisi mancing, pasar subuh nelayan, serta pentas seni budaya berupa Tari Tradisional, Kuntau, Tingkilan, dan Pesta Danau Pela.
"Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, desa kami menyediakan fasilitas lima unit homestay, warung makan, kios suvenir, hingga jaringan telekomunikasi," tutur Alimin.
Berdasarkan catatan pihaknya, tingkat kunjungan wisatawan ke Desa Pela mencapai 11.119 orang pada 2023 dan 9.829 orang pada 2025.
Sementara itu, angka kunjungan wisatawan pada 2024 terdata sebanyak 4.998 orang yang datang menikmati keasrian kawasan ekowisata Danau Semayang.
"Memasuki 2026, akumulasi kunjungan wisatawan hingga bulan Juli tercatat telah mencapai 4.572 orang," kata Alimin.
Pokdarwis memfokuskan program kerja pada peningkatan kapasitas SDM, promosi digital, gotong royong pemeliharaan objek wisata, serta pengembangan ekonomi kreatif.
Keberlanjutan pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat tersebut memerlukan dukungan bersinergi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara.
"Dukungan pemerintah daerah dalam pelatihan SDM, sarana prasarana, perbaikan akses jalan, serta Festival Danau Semayang berdampak pada rasa optomis warga mengembangkan pariwisata desa," ucap Alimin.
- Kutai Kartanegara
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.