Banjir di Pidie Jaya Berangsur Surut
Senin, 02 Nov 2026, 22:27 WIBBanda Aceh - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya menyatakan banjir yang melanda 22 gampong atau desa di kabupaten itu berangsur surut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pidie Jaya Okta Handipa yang dihubungi dari Banda Aceh, Senin, mengatakan banjir akibat meluapnya sejumlah sungai menyusul hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (31/10).
"Ketinggian air saat banjir berkisar 20 centimeter hingga satu meter. Saat ini, banjir di beberapa titik perlahan mulai surut. Namun, di beberapa titik masih ada genangan kecil dan lumpur," katanya.
Ia menyebutkan banjir juga menyebabkan aliran sungai baru di Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua. Namun, genangan air aliran baru tersebut sudah surut.
Okta Handipa mengatakan banjir tersebut menyebabkan sebanyak 1.450 keluarga terdampak banjir yang tersebar di 22 gampong atau desa di lima kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya.
Dari lima kecamatan tersebut, yang terbanyak di Kecamatan Meurah Dua, meliputi Gampong Geunteng, Gampong, Blang Cut, Gampong Dayah Usen, Gampong Meunasah Mancang, Gampong Pante Beurene, dan Gampong Dayah Kruet.
Begitu juga dengan Kecamatan Meureudu, meliputi enam desa, yakni Gampong Berawang, Gampong Meunasah Lhok, Gampong Manyang Cut, Gampong Mesjid Tuha, Gampong Grong-grong Beuracan, dan Gampong Manyang Lancok.
Di Kecamatan Panteraja, kata dia, banjir meliputi Gampong Lhok Puuk, Gampong Muka Blang, Gampong Teungoh, Gampong Masjid, dan Gampong Tunong.
Sedangkan di Kecamatan Bandar Baru meliputi Gampong Balang Sukon, Gampong Sagoe Langien, Gampong, Blang Glong, dan Gampong Baroh Cot. Sementara, di Kecamatan Bandar Dua hanya satu desa, yakni Gampong Jeulanga.
"Pengungsian warga terdampak banjir tersebut hanya empat keluarga. Pengungsi berada di Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya," katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pidie Jaya tersebut menyebutkan banjir menyebabkan beberapa infrastruktur dilaporkan rusak seperti jalan, tanggul jebol, serta satu unit sekolah rusak.
"Kami terus memantau kondisi di lapangan serta mengevakuasi warga terdampak banjir. Kendala di lapangan berupa akses menuju lokasi terdampak masih becek dan berlumpur serta hujan juga masih turun," kata Okta Handipa.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kebakaran Meluas ke Dieng, Pemprov Jateng Resmi Tutup Total Seluruh Pendakian Gunung
-
Transformasi Pembangunan Tak Cukup dengan Visi, Sistem Harus Berfungsi
-
Target Swasembada Pangan Tanpa Impor, DPR Soroti Kunci Keberhasilan
-
Mobilitas Udara Makin Padat, Soetta Layani 39 Juta Penumpang
-
Banjir Besar di Aceh Barat Menghantam Sebuah Jembatan Gantung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.