Transformasi Pembangunan Tak Cukup dengan Visi, Sistem Harus Berfungsi
Jumat, 23 Okt 2026, 00:00 WIBJAKARTA â Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan transformasi pembangunan melalui kerja sama dengan mitra domestik maupun internasional membutuhkan sistem yang berfungsi dengan baik.
âTransformasi pembangunan membutuhkan lebih dari sekadar proyek yang berhasil. Transformasi tersebut membutuhkan sistem yang berfungsi dengan baik,â ucapnya dalam agenda High Level Event Bappenas-United Nations Forum 2026 di Jakarta, Kamis (22/10).
Dalam kesempatan tersebut, dia menerangkan bahwa kerja sama pembangunan internasional secara tradisional diselenggarakan melalui berbagai proyek yang memiliki tujuan, anggaran, jadwal pelaksanaan, dan output yang terukur. Namun, lanjutnya, keberhasilan suatu proyek tak serta-merta menghasilkan keberhasilan pembangunan.
âKita mungkin membangun infrastruktur tanpa memperkuat institusi yang bertanggung jawab atas pemeliharaannya. Kita mungkin memperkenalkan teknologi baru tanpa mengembangkan kapasitas sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk menggunakannya. Kita mungkin membiayai berbagai inisiatif individual tanpa mengubah struktur ekonomi mendasar yang melanggengkan ketimpangan,â ungkap Febrian.
Karena itu, Indonesia disebut telah menetapkan arah pembangunan nasional yang jelas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan visi jangka panjang Indonesia menuju tahun 2045. Salah tujuan utama yang ditargetkan Indonesia yaitu menciptakan perekonomian lebih produktif, inklusif, tangguh, dan mampu menciptakan peluang di berbagai wilayah.
Peran Strategis
Mitra pembangunan dinilai dapat membantu guna mempercepat transformasi pembangunan, tetapi kerja sama harus selaras dengan prioritas nasional, terintegrasi lintas sektor, dan dirancang untuk memperkuat institusi dalam negeri. Dalam konteks inilah, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dianggap memainkan peran yang strategis.
âPBB membawa sesuatu yang melampaui sumber daya keuangan. PBB menghadirkan pengetahuan, pengalaman internasional, kredibilitas kelembagaan, serta kemampuan untuk menghubungkan pemerintah dengan keahlian global. Kekuatan ini seharusnya dimanfaatkan bukan semata-mata untuk melaksanakan program, melainkan juga untuk membantu negara-negara membangun kapasitas agar mampu mempertahankan kemajuan secara mandiri,â kata Wakil Kepala Bappenas.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya mengharapkan adanya kemitraan dengan PBB dalam agenda prioritas-prioritas nasional yang memungkinkan reformasi kebijakan, penguatan kelembagaan, teknologi, dan pembiayaan saling memperkuat untuk menciptakan model pembangunan yang dapat diperluas penerapannya secara nasional dan dipertahankan dalam jangka panjang.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.