Rp20,8 Miliar Digelontorkan, Enam Kampung Nelayan Sumbawa Ditargetkan Rampung Desember
Minggu, 01 Nov 2026, 06:15 WIBSumbawa - Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), memastikan pembangunan enam Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap III 2026 dengan total anggaran Rp20,8 miliar dipercepat agar rampung pada Desember 2026.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa Rahmat Hidayat di Sumbawa, Sabtu (31/10), mengatakan progres pembangunan hingga akhir Oktober menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan sehingga pihaknya optimistis seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal.
"Kami optimistis seluruh pekerjaan fisik dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan," katanya.
Enam desa penerima program KNMP Penyangga tersebut meliputi Desa Labuhan Jambu di Kecamatan Tarano, Teluk Santong di Kecamatan Plampang, Pulau Kaung di Kecamatan Buer, Labuhan Alas di Kecamatan Alas, Labuhan Mapin di Kecamatan Alas Barat, serta Labuhan Burung di Kecamatan Buer.
Pembangunan KNMP tersebut mencakup berbagai sarana dan prasarana pendukung untuk menunjang aktivitas nelayan dan memperkuat fasilitas kawasan pesisir. Pelaksanaan program juga melibatkan tenaga kerja lokal selama proses pembangunan berlangsung.
Dari sisi anggaran, Desa Labuhan Burung memperoleh alokasi terbesar, yakni Rp8,1 miliar, dengan pekerjaan dilaksanakan oleh PT Berkah Mitra Engineering.
Sementara itu, PT Asuka Engineering Indonesia menangani pembangunan di lima desa lainnya, yakni Labuhan Jambu dengan anggaran Rp3,7 miliar, Pulau Kaung Rp2,5 miliar, Teluk Santong Rp2,3 miliar, Labuhan Mapin Rp2,1 miliar, dan Labuhan Alas Rp2,1 miliar.
Dengan rincian tersebut, total anggaran pembangunan fisik KNMP Tahap III di enam desa mencapai Rp20,8 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membiayai paket pekerjaan sesuai kebutuhan pembangunan di masing-masing lokasi.
Rahmat menjelaskan pekerjaan fisik mulai berjalan berdasarkan kontrak pada 15 September 2026 dan dijadwalkan berakhir pada Desember 2026.
Pelaksanaan pekerjaan diawali dengan pemeriksaan awal atau MC.0, pembangunan direksi keet, persiapan lokasi, serta pengiriman peralatan dan material yang dibutuhkan. Setelah tahapan persiapan, kontraktor melanjutkan pembangunan fisik sesuai lingkup pekerjaan dalam kontrak.
Ia menyebutkan sejumlah lokasi mencatat deviasi positif, yakni realisasi pekerjaan yang melampaui target berdasarkan jadwal pelaksanaan. Perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung optimisme penyelesaian proyek tepat waktu.
Meski demikian, DKP Sumbawa terus memantau pelaksanaan pembangunan di setiap desa untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan ketentuan kontrak.
Kontraktor pelaksana juga didorong menjaga ritme pekerjaan dan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait, termasuk tenaga kerja lokal, agar ketersediaan material dan peralatan tidak menghambat penyelesaian proyek.
Rahmat berharap seluruh paket pembangunan KNMP Tahap III dapat diselesaikan sebelum masa kontrak berakhir sehingga sarana dan prasarana yang dibangun dapat segera menunjang aktivitas masyarakat nelayan di kawasan pesisir Sumbawa.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang
-
Undian Liga Champions 2026-27: Skenario Terbaik dan Terburuk Arsenal, Manchester United, serta Manchester City
-
Bobby Nasution dan Khofifah Buka Misi Dagang Sumut-Jatim Senilai Rp2,58 Triliun
-
Bikin Bangga! Olahan Ikan UMKM Kutai Kartanegara Laris Manis Tembus Pasar Afrika
-
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.