Bikin Bangga! Olahan Ikan UMKM Kutai Kartanegara Laris Manis Tembus Pasar Afrika

Sabtu, 17 Okt 2026, 14:06 WIB

SAMARINDA - Produk hilirisasi perikanan unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, resmi menembus pasar Afrika melalui kerja sama ekspor antara PT Ganiya Bogatama dan perusahaan asal Kamerun, Aqua Conv S.A.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menjelaskan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) telah dilakukan dalam ajang The 2nd Indonesia-Cameroon Business Forum yang menjadi bagian dari rangkaian 41st Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten.

Ket. Foto: Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni bersama Bupati Kukar Aulia Rahman saat menghadiri ajang The 2nd Indonesia-Cameroon Business Forum yang menjadi bagian dari rangkaian 41st Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten. — Sumber: ANTARA/HO- Adpim Pemprov Kaltim

"Kami bersyukur dalam gelaran Trade Expo ini sudah banyak UMKM Kaltim yang bisa bertransaksi dengan pihak luar. Di stan Kaltim, sudah banyak yang membangun komunikasi dengan calon pembeli, baik ditindaklanjuti dengan Letter of Intent (LoI) maupun evaluasi penyempurnakan produk," kata Sri Wahyuni dalam keterangan di Samarinda, Sabtu.

Sri menyebutkan produk perikanan yang menjadi komoditas unggulan Kutai Kartanegara meliputi abon ikan gabus, tuna, dan nila, camilan berbahan ikan, makanan olahan beku (frozen food), hingga ikan asin kemasan vakum.

PT Ganiya Bogatama selaku produsen lokal, saat ini mengolah sedikitnya 35 produk inovasi perikanan yang telah mengantongi standardisasi mutu internasional, termasuk Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) serta jaminan sertifikasi Halal dan Good Manufacturing Practices (GMP).

Menurut Sri, interaksi langsung dengan calon pembeli luar negeri memberikan gambaran nyata mengenai standardisasi dan kebutuhan pasar internasional. Momentum ini sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah provinsi untuk memberikan fasilitasi yang tepat.

Kerja sama bilateral ini dirancang untuk memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia ke wilayah Afrika Tengah, di mana pada gelaran forum tahun sebelumnya mencatat nilai kerja sama sebesar 19,5 juta dolar AS.

Ia menjelaskan, langkah ini sekaligus menjadi bagian dari diversifikasi pasar ekspor komoditas non-tradisional bagi sektor perikanan nasional.

Selain Sri Wahyuni, penandatanganan kerja sama strategis ini disaksikan oleh Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, dan Duta Besar RI untuk Kamerun Agung Cahaya Sumirat.

Turut hadir pula Direktur Kerja Sama Negara Berkembang Kementerian Ekonomi Kamerun Dr. Nana Emmanuel Mbafong, serta Wakil Ketua Komite Tetap Afrika Kadin Indonesia Sylvie Tomasoa.

Forum bisnis tersebut digagas secara khusus oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI Yaoundé) untuk Kamerun.

Pada kesempatan itu, Sri juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai lembaga dan perusahaan yang telah berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kaltim.

Perusahaan-perusahaan tersebut bertindak sebagai mitra atau "bapak angkat" yang membantu membuka akses pasar bagi produk UMKM lokal, di antaranya Bank Indonesia, PT KPC, PT Berau Coal, PT Kaltim Nitrat Indonesia, PT Pupuk Kaltim, dan PHM.

"Inilah collaborative governance yang kita lakukan. Mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi perusahaan yang menjadi bapak angkat dan bisa membawa UMKM Kaltim naik kelas," ujar Sri Wahyuni. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.