Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perimenopause Datang Diam-Diam, Sudah Siapkah Perempuan Menghadapi Fase Berikutnya?

1 Minggu, 01 Nov 2026, 05:26 WIB | Oleh:
Perimenopause Datang Diam-Diam, Sudah Siapkah Perempuan Menghadapi Fase Berikutnya? Perimenopause Datang Diam-Diam, Sudah Siapkah Perempuan Menghadapi Fase Berikutnya? Doc: Antara foto/Shutterstock
Ket. Ilustrasi - Perempuan dewasa dan gejala-gejala menopause.

JAKARTA - Perubahan hormon pada wanita ibarat konduktor orkestra rahasia yang mengendalikan seluruh irama kehidupan.

Hormon memegang kendali penuh atas kondisi tubuh wanita di setiap waktu, mulai dari fluktuasi suasana hati dan energi harian, hingga gelombang besar yang mengubah fisik saat masa kehamilan atau transisi menopause.

Memahami pergeseran hormon ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kunci utama untuk membaca sinyal-sinyal penting yang dikirimkan oleh tubuh.

Bagi wanita, masa-masa ini kerap diwarnai oleh sensasi panas tubuh yang membara, badai emosi yang datang tanpa peringatan, serta malam-malam panjang yang melelahkan. Kondisi tersebut semakin terasa nyata saat memasuki fase perimenopause dan menopause.

​Ini bukanlah sekadar perubahan biasa atau proses penuaan yang lambat, melainkan transformasi biologis yang mengguncang raga, pikiran, dan jiwa. Sebuah perjalanan bagi seorang wanita untuk beradaptasi dan merangkul keseimbangan di tengah dinamika hormon yang kompleks.

Perimenopause

Perimenopause merupakan masa transisi menuju menopause yang ditandai dengan penurunan fungsi ovarium, fluktuasi kadar hormon, serta perubahan siklus menstruasi.

Kondisi ini umumnya mulai terjadi pada rentang usia 40 hingga 50 tahun, dan sekitar 12 persen di antaranya dialami pada usia 40–44 tahun.

Masa transisi ini memicu berbagai perubahan fisik, mulai dari siklus menstruasi yang tidak teratur, nyeri berkepanjangan, hingga gangguan pada area dasar panggul.

Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi subspesialis Fertilitas Endikronologi dari RSPI, Dr. dr. Kanadi Sumapradja, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., M.Sc,  menjelaskan bahwa perimenopause berkaitan dengan penurunan cadangan ovarium serta berkurangnya hormon estrogen dan progesteron. Fase ini menyebabkan durasi dan volume menstruasi berubah (bisa menjadi jauh lebih banyak atau lebih sedikit) serta menjadi jauh lebih fluktuatif dibandingkan dengan kondisi normal pada masa usia produktif.

Penurunan kadar progesteron selama perimenopause juga menyebabkan proses ovulasi menjadi jarang terjadi, bahkan berhenti sama sekali.

​Lebih lanjut, gejala perimenopause sangat beragam dan meliputi berbagai aspek tubuh, di antaranya:

​Gangguan vasomotor, meliputi rasa panas (hot flashes) dan keringat berlebih pada malam hari.

Gangguan tidur, seperti kesulitan tidur, mudah terbangun, hingga kualitas tidur yang tidak nyenyak.

​Gangguan kognitif, meliputi penurunan konsentrasi, mudah lupa, hingga kabut otak (brain fog).

Perubahan fisik lainnya meliputi kekeringan pada vagina, nyeri saat berhubungan intim, serta peningkatan frekuensi berkemih yang dapat memicu infeksi saluran kemih (ISK) berulang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Megapolitan
Jangan Lupa Bawa Payung! Ja...
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.