Formula 1: Hamilton Pecahkan Rekor Pole Position dengan Ferrari di GP Meksiko

Minggu, 01 Nov 2026, 07:18 WIB

MEXICO CITY – Lewis Hamilton kembali mencatatkan sejarah di Formula 1. Pembalap Inggris itu merebut pole position ke-105 sepanjang kariernya sekaligus yang pertama bersama Ferrari setelah tampil tercepat dalam kualifikasi Grand Prix Meksiko di Sirkuit Mexico City, Minggu (1/11) dini hari WIB.

Pada usia 41 tahun, Hamilton juga menjadi pembalap tertua yang meraih pole position sejak 1982. Ia mengungguli mantan rekan setimnya di Mercedes, George Russell, dalam persaingan ketat yang hanya terpaut 0,009 detik.

Ket. Foto: Lewis Hamilton melalukan selebrasi usai merebut pole position di GP Meksiko. — Sumber: Motorsport.

Dalam sesi kualifikasi yang berlangsung dramatis, Hamilton mencatatkan waktu terbaik 1 menit 16,514 detik. Charles Leclerc melengkapi dominasi Ferrari dengan menempati posisi ketiga, diikuti juara dunia empat kali Max Verstappen dari Red Bull.

Keberhasilan tersebut mengakhiri penantian panjang Hamilton sejak terakhir kali merebut pole position di GP Hungaria 2023. Ini juga menjadi pole keduanya di Meksiko setelah pencapaian serupa pada 2016.

Dengan torehan 105 pole position, juara dunia tujuh kali itu semakin memperkokoh rekornya sebagai pembalap dengan pole terbanyak sepanjang sejarah F1. Ia sekaligus menjadi pembalap tertua yang meraih posisi start terdepan sejak Mario Andretti, yang merebut pole terakhir dalam kariernya pada usia 42 tahun di GP Italia 1982, juga bersama Ferrari.

"Terima kasih banyak. Ini sudah lama sekali saya nantikan," ujar Hamilton melalui radio tim setelah memastikan pole position. "Rasanya luar biasa!"

Hamilton mengakui akhir pekan di Meksiko tidak berjalan mudah. Namun, ia puas akhirnya mampu memberikan hasil maksimal bagi Ferrari.

"Ini merupakan akhir pekan yang sangat berat dan penuh tantangan. Saya pikir ini pole position pertama saya bersama Ferrari dan sekarang sudah 105 pole! Saya suka angka itu," katanya.

Russell harus puas menempati posisi kedua. Pembalap Mercedes tersebut mengaku masih kesulitan menemukan kecepatan terbaik dalam beberapa seri terakhir.

"Beberapa balapan terakhir cukup sulit bagi saya. Saya masih kesulitan sampai akhirnya mendapatkan satu putaran bagus di Q3. Namun, saya selalu tahu kemampuan itu ada," ujar Russell.

Sementara itu, Leclerc mengakui dirinya tidak mampu memaksimalkan peluang saat menentukan.

"Saya tidak melakukan pekerjaan dengan baik ketika dibutuhkan. Namun, memulai balapan dari posisi ketiga di sini bukan hasil yang buruk," katanya.

Antonelli Berpeluang Kunci Gelar

Persaingan perebutan pole position juga berkaitan erat dengan perburuan gelar juara dunia. Hamilton dan Russell menjadi dua pembalap yang masih memiliki peluang menggagalkan Kimi Antonelli memastikan gelar juara dunia pada balapan Minggu.

Antonelli akan memulai balapan dari posisi kelima, tetapi bisa menjadi juara dunia termuda sepanjang sejarah F1 sekaligus pembalap Italia pertama yang meraih gelar sejak Alberto Ascari pada 1953.

Pembalap berusia 20 tahun itu hanya perlu finis di sembilan besar untuk memastikan gelar, selama Russell dan Hamilton gagal memenangi balapan. Sebaliknya, Russell dan Hamilton wajib menang serta berharap Antonelli finis di luar sembilan besar.

Russell tertinggal 123 poin dari Antonelli dalam klasemen sementara, sedangkan Hamilton berjarak 124 poin.

Di belakang Antonelli, posisi keenam ditempati juara dunia bertahan Lando Norris dari McLaren. Isack Hadjar berada di urutan ketujuh, diikuti dua pembalap Racing Bulls, Liam Lawson dan Arvid Lindblad. Pierre Gasly dari Alpine melengkapi posisi 10 besar.

Alonso Picu Bendera Merah

Sesi kualifikasi sempat terganggu insiden yang melibatkan Fernando Alonso. Pembalap Aston Martin itu diperintahkan timnya untuk menghentikan mobil di lintasan sehingga memicu keluarnya bendera merah.

Insiden tersebut terjadi tidak lama setelah Sergio Perez, yang bersiap menjalani Grand Prix ke-300 dalam kariernya, memimpin rombongan keluar dari pit.

Setelah jeda tujuh menit, sesi kembali dilanjutkan. Namun, sejumlah pembalap gagal melewati kualifikasi pertama, termasuk Alex Albon dari Williams, Ryo Hirakawa, Lance Stroll, serta kedua pembalap Cadillac.

Persaingan semakin ketat pada Q2. Oscar Piastri menjadi salah satu kejutan setelah gagal menembus 10 besar dan harus puas di posisi ke-13. Ia tersingkir bersama kedua pembalap Audi, Franco Colapinto, Oliver Bearman, dan Carlos Sainz.

Pada Q3, Leclerc sempat memimpin setelah percobaan pertama, diikuti Verstappen, sementara Antonelli berada di urutan ketujuh. Namun, duel penentuan pada putaran terakhir menjadi milik Mercedes dan Ferrari.

Russell sempat merebut posisi teratas sebelum Hamilton melesat dengan catatan waktu terbaiknya. Hasil tersebut memastikan Ferrari menguasai barisan terdepan dan memberikan Hamilton kesempatan memimpin balapan GP Meksiko dari posisi start pertama.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.