Bekasi Punya Kampung Wisata Budaya, Ciranggon Dikunjungi 5.000 Orang Tiap Pekan
Minggu, 01 Nov 2026, 14:30 WIBKabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengembangkan destinasi wisata budaya Kampung Ciranggon di Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur sebagai upaya pelestarian seni serta kearifan lokal sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkenalkan potensi wisata desa sekaligus mempertahankan tradisi serta identitas Kabupaten Bekasi di tengah pesatnya kawasan industri," kata Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Cikarang, Minggu (1/11).
Dia mengatakan Kabupaten Bekasi memiliki keberagaman suku dan budaya, khususnya masyarakat Sunda di wilayah selatan serta Betawi di wilayah utara. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan daerah yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak hanya berorientasi pada keindahan destinasi, tetapi juga harus mampu mempertahankan tradisi, budaya serta kehidupan sosial masyarakat yang menjadi daya tarik tersendiri.
"Walaupun Bekasi dikenal sebagai kota industri, tradisi dan budaya tidak boleh ditinggalkan. Budaya merupakan cerminan sekaligus landasan moral masyarakat yang harus kita pertahankan. Salah satunya melalui pengembangan wisata Kampung Ciranggon ini," ujarnya.
Dirinya mengapresiasi kehidupan masyarakat Kampung Ciranggon yang terus mampu mempertahankan budaya gotong royong, suasana pedesaan serta aktivitas pertanian. Kondisi lingkungan yang asri, akses jalan yang baik maupun kuliner khas lokal dan keramahan masyarakat menjadi potensi daya tarik wisata tersendiri.
Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus mendorong pengembangan desa wisata di berbagai wilayah, terutama desa-desa yang masih memiliki lingkungan alam yang asri maupun potensi kearifan lokal.
Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya di Kampung Ciranggon, tetapi juga diperluas ke desa lain melalui perencanaan pembangunan dan penentuan skala prioritas dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).
"Desa wisata harus kita rawat, kita pertahankan dan terus kita perbaiki. Kalau dikembangkan, aktivitas ekonomi masyarakat akan tumbuh. Masyarakat bisa berdagang, bertani sekaligus mempertahankan budaya yang sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka," katanya.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi Mien Aminah menjelaskan pergelaran seni budaya di Kampung Ciranggon ini merupakan kegiatan kedua setelah sebelumnya diselenggarakan di Situ Binong, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat.
Kampung Ciranggon menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut sekaligus desa pertama yang memiliki surat keputusan penetapan desa wisata di Kabupaten Bekasi.
Pagelaran seni budaya ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi desa wisata, melestarikan kebudayaan daerah meningkatkan daya tarik wisata serta mendorong pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Selain itu, kegiatan ini turut menjadi sarana memperkuat partisipasi dan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, komunitas serta pelaku seni budaya dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi lokal sehingga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar," katanya.
Kesenian Tradisional
Sementara itu, Ketua Desa Wisata Kampung Ciranggon Ijaz Alhadi mengatakan pergelaran seni budaya ini menampilkan beragam kesenian tradisional, mulai tari-tarian hingga pencak silat sebagai bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menjaga warisan budaya kepada masyarakat luas.
Ia menjelaskan, sejak diresmikan empat tahun lalu, Desa Wisata Kampung Ciranggon terus mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki. Di antaranya destinasi wisata Kampung Tilu dan Saung Tepian yang menawarkan suasana wisata alam serta kuliner khas pedesaan.
"Berdasarkan aktivitas transaksi pedagang, Kampung Ciranggon setiap pekan dikunjungi sedikitnya 5.000 orang. Tingginya kunjungan tersebut turut memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pedagang lokal," ujarnya.
Kekuatan Desa Wisata Kampung Ciranggon terletak pada keterlibatan masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas pertanian sekaligus mengembangkan usaha perdagangan dan jasa wisata. Hamparan persawahan, kehidupan petani serta budaya gotong royong menjadi karakter yang terus dipertahankan.
"Melalui pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal, masyarakat diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa harus meninggalkan identitas budaya dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun," kata dia.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Patrick Kluivert Akhirnya Datang ke Indonesia, Promotor Akui Sempat Sulit Yakinkan
-
Dulu Diragukan Kini Disesaki Warga, LRT Jabodebek Bidik 30 Juta Penumpang di 2026
-
Target EBT Makin Besar, Pemerintah Hadapi Tantangan Eksekusi
-
Terbukti Lakukan Perbuatan Asusila, Hakim Dijatuhi Sanksi Nonpalu Dua Tahun
-
Menhub Ungkap Komisi Ojol Maksimal 8 Persen Berlaku Mulai Awal Juli
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.