Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lapas Ambon Bekali WBP dengan Kemampuan Budi Daya Hidroponik

📅 Senin, 19 Okt 2026, 23:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lapas Ambon Bekali WBP dengan Kemampuan Budi Daya Hidroponik Doc: Antara
Ket. Warga binaan menabur bibit pakcoy pada media hidroponik di Lapas kelas IIA Ambon.

Ambon - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon, Maluku membekali warga binaan dengan keterampilan budi daya hidroponik melalui penanaman 350 bibit pakcoy untuk menyiapkan kemampuan produktif yang dapat dimanfaatkan untuk berwirausaha setelah bebas.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Ambon Zulkipli Salampessy di Ambon, Senin, mengatakan pelatihan budi daya hidroponik tersebut diarahkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pertanian modern kepada warga binaan sebagai bekal membangun usaha mandiri.

“Melalui program pertanian hidroponik ini kami berfokus memberikan pembekalan teknik budi daya modern bagi warga binaan agar mereka memiliki keahlian agribisnis yang relevan dan bernilai guna,” katanya.

Ia menjelaskan, penanaman 350 bibit pakcoy yang telah melewati tahap penyemaian merupakan bagian dari proses pembelajaran yang mencakup teknik penanaman, perawatan tanaman, pengaturan konsentrasi nutrisi, hingga menjaga kebersihan instalasi hidroponik.

Menurut dia, penguasaan tahapan tersebut penting agar warga binaan memahami proses budi daya secara menyeluruh dan mampu menerapkannya secara mandiri setelah kembali ke masyarakat.

Ia berharap keterampilan tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha pertanian setelah menyelesaikan masa pidana.

Dia menjelaskan, budi daya pakcoy dengan sistem hidroponik dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari penyemaian benih, pemindahan bibit, perawatan, hingga panen. Benih disemai menggunakan media rockwool yang dijaga kelembapannya hingga berkecambah dan tumbuh beberapa daun sejati.

"Bibit yang telah siap kemudian dipindahkan ke instalasi hidroponik dengan larutan nutrisi AB Mix sebagai pengganti unsur hara dari tanah," katanya.

Selama masa pertumbuhan, tanaman dirawat dengan menjaga konsentrasi nutrisi, tingkat keasaman (pH) air, kebersihan instalasi, serta kecukupan cahaya matahari. Pakcoy umumnya dapat dipanen sekitar 30-45 hari setelah penyemaian, bergantung pada varietas dan kondisi pertumbuhan.

"Selain menghasilkan sayuran, budi daya hidroponik juga dapat menjadi sarana pembelajaran keterampilan pertanian modern yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha mandiri," kata dia.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Ambon S. Hendra Budiman mengatakan pengembangan pertanian hidroponik menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Menurut dia, keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan kerja perlu diarahkan agar memiliki manfaat nyata bagi warga binaan ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Program budi daya pakcoy tersebut juga merupakan bagian dari dukungan Lapas Ambon terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang kemandirian pangan serta upaya mendukung swasembada pangan nasional.

“Melalui kegiatan ini, Lapas Ambon berupaya mengembangkan pembinaan berbasis keterampilan yang tidak hanya produktif selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk memperoleh penghasilan secara mandiri setelah bebas,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Cara Unik Banten Mengembangkan Sikap Nasionalisme

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Cara Unik Banten Mengembang...
Nasional
Puluhan Jam di Meja Operasi...
Megapolitan
Baznas Bekasi Kucurkan Rp1 ...
Daerah
Cegah Antrean Panjang, Poli...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.