Jelang Semifinal IBL All Indonesian 2026, Hardianus Justru Kena Denda! Apa Penyebabnya?

Sabtu, 31 Okt 2026, 02:23 WIB

JAKARTA - Pemain Dewa United Banten Hardianus Lakudu dijatuhi denda Rp5 juta menjelang semifinal Indonesian Basketball League (IBL) All Indonesian 2026, setelah dikeluarkan dari permainan menghadapi Kesatria Bengawan Solo dalam laga terakhir Grup B, Kamis (29/10).

Berdasarkan statistik IBL, Jumat, Hardianus terkena ejection pada kuarter kedua setelah melakukan dua pelanggaran berbeda yang dinilai memenuhi ketentuan pengeluaran dari pertandingan. Tapi sanksi itu tak membuatnya absen pada pertandingan semifinal Sabtu (31/10).

Ket. Foto: Pebasket Satria Muda Pertamina Bandung Abraham Damar Grahita (kiri) berebut bola dengan pebasket Dewa United Basketball Hardianus Lakudu (kanan) pada pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) 2026 di Bandung Arena, Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/5). — Sumber: Antara foto

IBL menyebut pelanggaran pertama terjadi ketika pertandingan menyisakan 1 menit 46 detik saat kuarter kedua. Hardianus melakukan kontak terhadap center Kesatria, Argus Sanyudy, yang sedang menerima operan dari Abraham Renoldi Wenas.

Wasit awalnya memberikan pelanggaran biasa, tetapi setelah meninjau melalui instant replay system (IRS), keputusan diubah menjadi unsportsmanlike foul.

Insiden berikutnya berlangsung saat waktu pertandingan tersisa 57 detik. Ketika mengawal Rheza Butarbutar, Hardianus kembali mendapatkan technical foul. Akumulasi kedua pelanggaran tersebut membuat wasit mengeluarkannya dari lapangan.

Mengacu Peraturan Pertandingan (PP) Versi 10 Bab 5 Pasal 3 tentang Sanksi dan Denda Peraturan Khusus Pertandingan ayat 1.2, hukuman yang diberikan kepada Hardianus berupa denda finansial. Dalam ketentuan tersebut, sanksi sebesar Rp5 juta dikenakan tanpa tambahan larangan bermain pada pertandingan berikutnya.

Dewa United Banten dijadwalkan menghadapi Bogor Hornbills dalam perebutan tiket final IBL All Indonesian 2026. Kehadiran Hardianus menjadi opsi penting bagi tim asuhan itu guna menjaga kekuatan di sektor serangan.

Dia tetap berpeluang tampil dalam semifinal, meskipun harus menyelesaikan kewajiban denda akibat insiden pada laga terakhir fase penyisihan grup.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.