CEO NVIDIA Jadi Target Operasi Mata-mata Tiongkok, Benarkah?

Sabtu, 31 Okt 2026, 06:15 WIB

JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) NVIDIA Jensen Huang dikabarkan menjadi sasaran operasi mata-mata pemerintah Tiongkok.

Publikasi Engadget pada Kamis (29/10) mewartakan bahwa badan intelijen Amerika Serikat mendapati kontak aset intelijen Tiongkok dengan warga Amerika Serikat yang kemudian diidentifikasi sebagai Jensen Huang.

Ket. Foto: CEO dan pendiri NVIDIA Jensen Huang dalam dalam ajang CES 2025. — Sumber: NVIDIA

Berdasarkan laporan The New York Times, badan intelijen Amerika Serikat mendapati kontak tersebut saat mengawasi Alice Huang, yang tidak punya hubungan kekerabatan dengan Jensen Huang.

Alice Huang, warga Tiongkok yang menjabat sebagai eksekutif di Megaspeed, sebuah perusahaan pusat data yang berbasis di Singapura, menurut kesimpulan badan intelijen Amerika Serikat merupakan aset intelijen Tiongkok.

Dia dikatakan terlibat dalam penyaluran informasi ke Beijing, tetapi tidak disebutkan informasi apa yang dimaksud.

Alice Huang mendeskripsikan diri sebagai CEO Megaspeed dalam profil publiknya. 

Megaspeed sempat mencantumkan dia sebagai direktur pelaksana selama delapan bulan pertama, sebelum akhirnya menghapus namanya dari posisi tersebut dalam dokumen perusahaan.

Alice Huang sebelumnya diduga membantu memfasilitasi pengiriman cip canggih NVIDIA ke Tiongkok.

Perusahaan saudara Megaspeed di Malaysia tercatat membeli peralatan berbasis NVIDIA bernilai sedikitnya 4,8 miliar dollar AS (sekitar Rp87 triliun) hanya dalam waktu kurang dari dua tahun.

The New York Times dalam laporannya menyebut angka pembelian itu tidak wajar untuk perusahaan kecil yang belum dikenal luas.

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan belum menindaklanjuti temuan terkait kegiatan aset intelijen Tiongkok, termasuk tidak menyampaikan pemberitahuan kepada Jensen Huang bahwa dia menjadi sasaran mata-mata asing. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.