Petani Lebak Serentak Tanam Padi, Target Ketahanan Pangan Mulai Dikejar

Kamis, 05 Nov 2026, 18:00 WIB

LEBAK – Penanaman padi serentak menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan produksi beras sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan, menyelaraskan kalender tanam, dan meningkatkan efisiensi pengelolaan pertanian.

Ket. Foto: Ilustrasi-Dua petani perempuan siap melakukan pihdah tanam bibit padi di areal persawahan di Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Banten. — Sumber: ANTARA/ Mansur

Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari luas lahan yang ditanami, melainkan juga ditentukan oleh ketersediaan pupuk, benih unggul, irigasi, pendampingan petani, serta kepastian penyerapan hasil panen.

Tanpa dukungan menyeluruh, gerakan tanam serentak berisiko hanya menjadi capaian seremonial tanpa peningkatan produktivitas yang berkelanjutan.

‎Petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten mulai melakukan penanaman padi serentak, sehubungan beberapa hari terakhir memasuki musim penghujan.

‎"Kami bersama petani di sini sudah melakukan tanam padi usia tanam rata-rata tujuh setengah hari tanam," kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Blok Tambakbaya Kabupaten Lebak, Ruhiana di Lebak, Kamis (5/11).

‎Pelaksanaan penanaman padi serentak itu di lahan seluas 250 hektare karena memasuki musim penghujan.

‎Dimana lahan sawah di Blok Tambakbaya Kabupaten Lebak, masuk kategori sawah tadah hujan, karena tidak terdapat jaringan irigasi.

‎Namun, penanaman bisa dilakukan dalam setahun tiga kali musim panen.

‎"Kita jika musim kemarau bisa tanam dengan mengoptimalkan pompa dan menyedot air permukaan Sungai Ciujung," kata Ruhiana.

‎Rohman,petani Warunggunung Kabupaten Lebak mengaku dirinya bersama puluhan petani di Blok Cemplang seluas 50 hektare sudah tiga hari melakukan penanaman padi.

‎Mereka petani menanam padi, karena curah hujan cukup tinggi, sehingga dapat menumbuhkan kesuburan tanaman.

‎"Kami melakukan tanam padi hanya musim hujan saja, karena sawah tadah hujan tak memiliki irigasi itu," katanya menjelaskan.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan pihaknya menginstruksikan kepada petugas penyuluh lapang (PPL) agar memaksimalkan penanaman padi guna mendukung kedaulatan pangan dan swasembada pangan.

‎Sebab, wilayah Kabupaten Lebak sebagai sentra lumbung pangan di Provinsi Banten.

‎Saat ini,kata dia, diberbagai kecamatan di Lebak telah melakukan gerakan penanaman padi, terlebih curah hujan tinggi.

‎"Kami optimistis target produksi gabah kering 1.000 ton atau 700 ton setara beras bisa direalisasikan tahun 2026," kata Rahmat.

  • tanam serentak

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.