Paku Alam X Dorong Digitalisasi untuk Dekatkan Jamu kepada Generasi Muda

Jumat, 30 Okt 2026, 10:15 WIB

YOGYAKARTA, — Pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat menjadi jalan untuk menjaga keberlanjutan jamu sekaligus membuat warisan budaya tersebut lebih dekat dengan generasi muda. Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X meminta Dewan Jamu Indonesia mengembangkan cara-cara kreatif dalam mengenalkan jamu melalui media digital.

Dorongan itu disampaikan Paku Alam X saat menerima audiensi Dewan Jamu Indonesia di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (29/10). Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi sehingga strategi edukasi mengenai jamu juga perlu mengikuti perubahan tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Freepik

“Sekarang kan ada kemajuan digital, sehingga kita harus berubah menyesuaikan zamannya,” ujar Paku Alam X.

Ia menilai informasi mengenai manfaat jamu perlu dikemas secara menarik dan mudah diakses. Langkah tersebut penting terutama untuk menjangkau anak muda yang memiliki pola konsumsi informasi berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

“Sekarang orang sudah jarang yang baca buku, maka kreativitas mengedukasi harus ditingkatkan untuk menarik minat anak muda saat ini,” tutur Paku Alam X.

Selain mengoptimalkan media digital, Paku Alam X mendorong perguruan tinggi di Indonesia membentuk komunitas yang mempelajari berbagai kearifan lokal Nusantara, termasuk jamu. Keterlibatan mahasiswa diharapkan membuat pengenalan warisan budaya tersebut dapat dilakukan dengan pendekatan dan bahasa yang lebih dekat dengan generasi muda.

“Kita harus cerdas dalam bermedia, ayo kita manfaatkan media sosial dengan baik,” pinta Paku Alam X.

Sekretaris Jenderal Dewan Jamu Indonesia Fajar Prasetya menyambut dorongan tersebut. Menurutnya, generasi muda perlu semakin dikenalkan dengan pemanfaatan kekayaan alam Indonesia untuk kesehatan. Jamu dinilai memiliki potensi untuk menjadi salah satu alternatif dalam menjaga kesehatan sekaligus bagian dari kearifan lokal yang perlu diwariskan.

Sebagai salah satu langkah untuk memperluas pengenalan tersebut, Dewan Jamu Indonesia akan menggelar Jamu Conference and Expo pada Sabtu (31/10). Kegiatan itu antara lain diarahkan untuk menarik minat generasi muda terhadap jamu dan potensi kekayaan alam Nusantara.

“Acara ini diharapkan menjadi upaya agar jamu bisa diwariskan kepada generasi selanjutnya,” ujar Fajar.

Menurut Fajar, pengembangan jamu juga memiliki dimensi ekonomi. Bahan baku yang bersumber dari kekayaan alam Indonesia berpeluang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan industri ekonomi kreatif.

“Selama ini jamu dianggap hanya berdampak untuk kesehatan. Kali ini kita bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif, karena kami melihat ada potensi share market yang cukup besar,” pungkas Fajar.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.