Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional Bidang Jurnalistik

Jumat, 30 Okt 2026, 11:00 WIB

BANTUL — Tiga dekade setelah wafat, wartawan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin didorong memperoleh gelar Pahlawan Nasional atas keberanian dan pengabdiannya dalam menjalankan tugas jurnalistik. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta tengah mengupayakan pengakuan negara terhadap wartawan Harian Bernas tersebut.

Udin dikenal sebagai wartawan yang berani mengungkap persoalan pemerintahan dan menyuarakan kepentingan publik pada masa Orde Baru. Rekam jejak itu menjadi salah satu dasar PWI DIY mengusulkannya sebagai Pahlawan Nasional di bidang jurnalistik.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Antara

Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono menyatakan dukungan pribadinya terhadap pengusulan tersebut. Namun, proses untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional harus melibatkan berbagai pihak serta memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan.

“Saya mendukung secara pribadi upaya ini. Pengusulan membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, serta kajian yang memenuhi aspek kepribadian, administrasi, dan prosedural,” ujarnya dalam seminar nasional mengenai perjuangan dan pengabdian Udin yang digelar PWI DIY di Kompleks Parasamya, Bantul, Kamis (29/10).

Dukungan juga disampaikan Ketua PWI Pusat Akhmad Munir. Menurutnya, rangkaian kegiatan yang dilakukan PWI menjadi bagian dari perjuangan agar jasa Udin dalam menjalankan profesi jurnalistik memperoleh pengakuan negara.

“Seminar ini merupakan bentuk ikhtiar bersama agar Fuad Muhammad Syafruddin (Udin) memperoleh pengakuan yang layak sebagai Pahlawan Nasional atas perjuangan dan pengabdiannya dalam dunia jurnalistik,” ungkap Akhmad.

Upaya mendorong pengusulan Udin telah dilakukan melalui sejumlah tahapan. Ketua Tim Ad Hoc Ki Bambang Widodo mengatakan rangkaian kegiatan tersebut juga bertepatan dengan peringatan 30 tahun wafatnya Udin pada 14 Agustus 2026.

“Dalam rangkaian upaya ini, kami telah meresmikan prasasti di Gedung Tinggi DIY, Jalan Gambiran 45, Yogyakarta, serta memasang tetenger di Trirenggo, Bantul. Pada 24 Oktober 2026, kami juga mengadakan FGD bersama Wakil Menteri Sosial RI, yang kemudian dilanjutkan dengan seminar nasional hari ini,” ujar Bambang.

Pembahasan mengenai rekam jejak Udin tersebut melibatkan lebih dari 100 peserta secara daring dan luring. Mereka berasal dari kalangan akademisi, pelajar, sejarawan, pemerintahan, budayawan, pemuka agama, organisasi kemasyarakatan, serta pengurus PWI dari berbagai daerah.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menilai keteladanan Udin juga relevan untuk memperkuat peran jurnalisme sebagai salah satu pilar demokrasi. Nilai keberanian dan integritas dalam menjalankan profesi dinilai penting dikenalkan kepada generasi muda.

“Saya berharap kegiatan ini memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bantul dan insan pers. Generasi muda juga diharapkan dapat memetik keteladanan Udin, terutama kegigihan, keberanian, dan integritas dalam menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi,” ungkapnya.

PWI DIY berharap rangkaian pengusulan tersebut tidak hanya memperluas pemahaman masyarakat mengenai perjalanan jurnalistik Udin, tetapi juga menjadi jalan bagi pengakuan negara terhadap pengabdiannya dalam memperjuangkan kepentingan publik melalui kerja jurnalistik.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.