Belajar dari Pandemi, Gubernur Koster Minta Akses Kredit UMKM Bali Dibuka Lebar
Jumat, 30 Okt 2026, 00:24 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Rolandus Nampu
BADUNG - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa kemudahan akses kredit dan permodalan merupakan kunci utama dalam memperkuat daya tahan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali.
Wayan Koster saat memberikan sambutan dalam Forum The International Fora for Kredit Program Pemerintah di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (29/10), mengatakan UMKM memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menciptakan lapangan kerja, menyerap tenaga kerja lokal, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah menghadapi dinamika pasar global.
“UMKM bukan sekadar sektor usaha, melainkan motor penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat serta pelestarian kearifan lokal di Provinsi Bali,” kata Koster.
Menurut dia, penguatan akses pembiayaan perlu menjadi perhatian karena permodalan merupakan salah satu tantangan yang dihadapi UMKM untuk mengembangkan usahanya.
Karena itu, Koster berharap penyelenggaraan forum tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap perkembangan UMKM, industri kecil dan menengah (IKM), serta koperasi di Bali.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kegiatan hari ini yang sangat mendukung pengembangan UMKM di Indonesia dan terutama sekali di Bali,” ujar dia.
Koster menjelaskan perekonomian Bali masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor pariwisata yang kontribusinya mencapai lebih dari 62 persen. Kondisi tersebut membuat perekonomian daerah rentan ketika terjadi guncangan yang berdampak terhadap kunjungan wisatawan.
Ia mencontohkan pandemi COVID-19 pada 2020 yang menyebabkan aktivitas ekonomi Bali terpuruk. Dalam situasi tersebut, UMKM, koperasi, dan IKM menjadi sektor yang mampu bertahan ketika banyak aktivitas ekonomi lainnya mengalami tekanan.
“Ketika pandemi COVID-19 terjadi pada tahun 2020, ekonominya lumpuh, yang hidup itu adalah UMKM-nya beserta koperasi dan IKM-nya,” ujar dia.
Pengalaman tersebut, kata Koster, menjadi pelajaran penting bahwa penguatan ekonomi kerakyatan diperlukan untuk membangun fondasi perekonomian Bali yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pariwisata, Pemerintah Provinsi Bali menetapkan enam sektor unggulan dalam transformasi ekonomi daerah, yakni pertanian organik, kelautan dan perikanan, industri manufaktur dan industri berbasis budaya Bali, IKM-UMKM dan koperasi, ekonomi kreatif dan digital, serta pariwisata.
Melalui pengembangan sektor-sektor tersebut, pemerintah daerah berupaya memperkuat struktur dan fundamental ekonomi Bali dengan memanfaatkan potensi alam serta karakteristik ekonomi masyarakat setempat.
Koster juga memaparkan ekonomi Bali pada 2025 tumbuh 5,82 persen. Pada tahun yang sama, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai sekitar 7,05 juta orang.
Ia berharap penguatan program kredit pemerintah dapat memperluas kesempatan pelaku usaha memperoleh modal, meningkatkan kapasitas bisnis, serta mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan demikian, maka kami berharap kegiatan ini akan berdampak positif bagi perkembangan UMKM di Bali, juga IKM dan koperasinya, serta juga akan memperkuat perekonomian Bali secara menyeluruh,” kata Koster.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!