- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tawaran Dialog Korsel Diba...
Tawaran Dialog Korsel Dibalas Korut dengan Tembakan Selusin Rudal Balistik ke Laut Timur
Kamis, 29 Okt 2026, 14:42 WIBSEOUL - Korea Utara menembakkan sekitar selusin rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Timur pada hari Kamis (29/10), kata militer Korea Selatan.
Laporan Korea Times menyebutkan, tindakan tersebut dianggap sebagai penolakan dingin terhadap tawaran Seoul untuk melakukan pembicaraan untuk meredakan ketegangan perbatasan yang dipicu insiden ledakan ranjau darat baru-baru ini.
Rudal-rudal tersebut diluncurkan dari daerah Wonsan di pantai timur Korea Utara sekitar pukul 12.30 siang dan terbang sejauh sekitar 250 kilometer, kata Kepala Staf Gabungan (JCS). Analisis lebih lanjut mengenai spesifikasi lainnya sedang dilakukan dengan koordinasi bersama Amerika Serikat.
Peluncuran terbaru ini terjadi sekitar seminggu setelah Seoul mengusulkan pembicaraan militer dengan Pyongyang untuk menyelesaikan perbedaan dalam penetapan batas wilayah mereka, seiring meningkatnya ketegangan di perbatasan sejak ledakan ranjau darat yang melukai tiga tentara Korea Selatan pada 21 September.
Ledakan itu terjadi ketika militer Korea Selatan sedang menyelidiki potensi pelanggaran Garis Demarkasi Militer (MDL) oleh Korea Utara seiring dengan penguatan perbatasan mereka dengan membangun pagar dan memasang ranjau darat.
Menyangkal tanggung jawabnya atas ledakan ranjau tersebut, Pyongyang telah mengeluarkan serangkaian pernyataan yang menuduh Seoul mengalihkan kesalahan kepada rezim, mengancam akan mengerahkan senjata dan melanjutkan siaran propaganda anti-Korea Selatan melalui pengeras suara di sepanjang perbatasan.
Sebuah howitzer swagerak Korea Utara terlihat di sepanjang garis depan perbatasan awal pekan ini, diposisikan cukup jauh ke selatan sehingga dapat diabadikan oleh kamera media Korea Selatan.
Militer Korea Selatan mengatakan Korea Utara tampaknya telah mengerahkan artileri lama daripada sistem senjata baru. Seorang pejabat JCS mengatakan pada hari Kamis bahwa militer menganggap langkah itu terutama dimaksudkan "untuk pertunjukan."
Kantor kepresidenan Korea Selatan mendesak Korea Utara untuk menghentikan provokasi setelah pertemuan darurat yang diadakan Kantor Keamanan Nasional untuk menilai peluncuran tersebut.
Kantor tersebut menekankan perlunya mengambil semua tindakan yang diperlukan sebagai tanggapan terhadap uji coba rudal Korea Utara yang secara langsung melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
JCS menyatakan telah meningkatkan pengawasan dan tetap waspada terhadap potensi peluncuran tambahan, sambil mempertahankan postur pertahanan yang kuat melalui pertukaran informasi yang erat dengan Amerika Serikat dan Jepang terkait peluncuran rudal terbaru.
"Berdasarkan postur pertahanan gabungan Korea Selatan-AS yang teguh, militer kami memantau dengan cermat berbagai aktivitas Korea Utara sambil mempertahankan kemampuan dan kesiapan untuk merespons secara maksimal terhadap provokasi apa pun," kata Kepala Staf Gabungan.
Peluncuran rudal pada hari Kamis terjadi lebih dari dua minggu setelah Pyongyang melakukan uji tembak rudal balistik taktis pada tanggal 12 Oktober yang bertujuan untuk meningkatkan komponen senjata utama.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Messi Cetak 4 Gol, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 di MLS
-
Liga Inggris : Haaland Bersinar, Manchester City Taklukkan Ipswich, Liverpool Bangkit Bungkam Brentford
-
Korut Ancam Korsel Jika Terbangkan Drone ke Wilayahnya
-
Kemenhub Pantau Dampak Insiden Keamanan di Riyadh, Penerbangan Langsung Indonesia-Arab Saudi Tetap Beroperasi
-
Kembang Api Meriahkan Pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.