Menkomdigi Tegaskan Pentingnya Regulasi dalam Inovasi “AI”
Kamis, 29 Okt 2026, 16:17 WIBJAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan inovasi kecerdasan artifisial (AI) perlu diimbangi kepastian regulasi dan pelindungan publik. Pemerintah mendorong investasi teknologi yang memperkuat ekonomi, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta memperbaiki layanan publik.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dengan delegasi US-Asean Business Council (USABC) di Jakarta, Rabu (28/10).
Menurut dia, Indonesia perlu mengembangkan AI sekaligus memastikan aturan dan perlindungan agar teknologi digunakan secara aman dan bertanggung jawab.
âIndonesia perlu terus mengembangkan AI dan memanfaatkan peluang yang ditawarkannya. Namun, kita juga harus memastikan adanya aturan dan mekanisme perlindungan agar teknologi ini dapat digunakan secara aman dan bertanggung jawab,â ucap dia dalam siaran pers pada Kamis (29/10).
Ia menjelaskan transformasi digital Indonesia bertumpu pada tiga prinsip, yaitu Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Ketiga prinsip tersebut mendorong pemerataan konektivitas, peningkatan produktivitas, serta pelindungan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi.
âHubungan kita akan semakin baik apabila kita terus memperhatikan transfer pengetahuan. Kita juga perlu memperhatikan peningkatan keahlian dalam berbagai pengembangan digital yang dilakukan di Indonesia,â kata dia.
Ia menilai besarnya jumlah penduduk Indonesia membuka peluang strategis bagi pengembangan AI. Namun, pemerintah tetap mengutamakan keamanan, pelindungan anak, dan pelindungan data pribadi dalam pemanfaatan teknologi tersebut.
âKami ingin memastikan regulasi yang disiapkan dapat dipahami dan oleh para pemangku kepentingan, bukan menjadi kejutan bagi industri. Karena itu, proses penyusunannya perlu terbuka terhadap berbagai perspektif agar inovasi dapat berkembang dengan tetap memperhatikan pelindungan masyarakat,â ujar dia.
Kemkomdigi membuka dialog dengan industri dan pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan digital, termasuk peta jalan AI nasional. Pemerintah ingin memastikan regulasi memberikan kepastian bagi industri sekaligus menjaga kepentingan masyarakat.
CEO US-Asean Business Council, Brian McFeeters, menilai kemitraan pemerintah dan sektor swasta semakin penting dalam perkembangan teknologi digital. Ia menyoroti perkembangan AI yang berlangsung cepat sehingga membutuhkan koordinasi berkelanjutan antara pemerintah dan industri.
âDibandingkan dengan bidang lain, isu digital merupakan bidang yang sangat membutuhkan kemitraan pemerintah dan sektor swasta. Kemitraan ini menjadi sangat penting karena perkembangan AI berlangsung dari minggu ke minggu,â ujar Brian.
Ia juga menyoroti kontribusi perusahaan Amerika Serikat melalui investasi, transfer pengetahuan, pendidikan, dan pengembangan keahlian. Kemkomdigi berharap kemitraan tersebut memperkuat ekosistem digital Indonesia yang produktif, inklusif, aman, dan terpercaya. ils/I-1
- Menkomdigi
- Kecerdasan Artifisial
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Terobosan Baru Makassar! Kawasan Hunian Bakal Terhubung Langsung dengan Sekolah dan Puskesmas
-
MSCI Ancam Depak Saham RI dari Indeks Global, Investor Asing Berpotensi Kabur
-
Domba dan Jeruk Jadi Andalan Ketahanan Pangan di Lahan Adisutjipto
-
Influencer Korea Meninggal Saat Lari Marathon, Bagaimana Bisa Terjadi?
-
Penjaminan Polis Asuransi Dikebut, LPS Siapkan Tameng bagi Pemegang Polis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.