Jakarta Akan Menjadi Kompetitif dan Inklusif sebagai Kota Global

Kamis, 29 Okt 2026, 01:13 WIB

JAKARTA – Jakarta sudah siap menjadi kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan. “Jakarta telah merengkuh banyak capaian menjelang usia 500,” kata Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Rabu.

Dia memaparkan sejumlah capaian dan strategi transformasi Jakarta menuju kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan jelang usia 500 tahun pada tahun 2027. Ini mulai dari pertumbuhan ekonomi, integrasi transportasi publik, pengembangan ekonomi kreatif, hingga penguatan pembiayaan pembangunan menjadi fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.

Ket. Foto: kota global harus inklusif — Sumber: ist

Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara kunci utama (Primary Keynote Speaker) dalam forum “Kearney at 100, Jakarta at 500: Shaping the Next Global City Together” bersama CNBC Indonesia di Garden and Glasshouse, The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (28/10).

Gubernur Pramono mengatakan, posisi Jakarta dalam pemeringkatan kota dunia terus menunjukkan perkembangan positif. Dalam Kearney Global Cities Index 2025, Jakarta naik dari peringkat 74 menjadi 71 dari 156 kota dan berstatus kota Alpha. Capaian tersebut ditopang pertumbuhan ekonomi yang tetap solid dan inflasi yang terkendali.

“Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026 mencapai 5,52 persen, sementara inflasi September 2026 terkendali di angka 2,71 persen,” ujarnya.

Di sektor transportasi, Pemprov Jakarta terus memperluas konektivitas antarmoda dan layanan lintas wilayah untuk mempermudah mobilitas warga, termasuk komuter dari daerah penyangga. Integrasi tersebut juga diarahkan untuk mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

“Sejak dua tahun lalu, saya mengubah konektivitas transportasi melalui Transjabodetabek hingga cakupannya mencapai 93 persen wilayah. Pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT hingga September 2026 telah mencapai 368,4 juta perjalanan, naik 10,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” jelasnya.

Selain transportasi, Pemprov Jakarta mendorong ekonomi kreatif dan penyelenggaraan acara berskala internasional sebagai penggerak ekonomi baru. Berbagai kegiatan, mulai dari festival olahraga hingga konser internasional, dinilai mampu meningkatkan aktivitas usaha, termasuk sektor perhotelan dan usaha masyarakat.

“Ekonomi kreatif menyumbang sekitar Rp410,6 triliun atau 11,16 persen terhadap PDRB Jakarta. Ajang seperti Jakarta Running Festival dan konser internasional mampu memberikan dampak ekonomi hingga ratusan miliar rupiah sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi perkotaan,” ungkap Gubernur Pramono.

Di tengah upaya mendorong pertumbuhan, persoalan mendasar seperti banjir, polusi udara, dan kemiskinan tetap menjadi perhatian. Pemprov Jakarta juga terus memperkuat akses pendidikan dan layanan kesehatan, termasuk melalui program beasiswa untuk memperluas kesempatan bagi masyarakat kurang mampu.

Gubernur Pramono menyebut, tingkat kemiskinan Jakarta turun menjadi 3,96 persen pada Maret 2026. Pemerintah daerah turut menyediakan beasiswa mulai dari jenjang sekolah dasar hingga pendidikan tinggi melalui program LPDP Jakarta untuk jenjang S1, S2, dan S3.

“Intervensi di sektor kesehatan dan pendidikan menjadi bagian dari upaya memutus rantai ketidakberuntungan, sehingga warga memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraannya,” paparnya.

Sementara itu, keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri dalam membiayai pembangunan. Pemprov Jakarta mengoptimalkan skema creative financing, antara lain melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), pembiayaan hijau, serta optimalisasi aset daerah. Langkah ini ditempuh agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan tanpa menambah beban berlebihan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Dengan adanya penurunan Transfer ke Daerah sekitar Rp15 triliun pada 2026, Jakarta mendorong pembiayaan kreatif, mulai dari KPBU, pembiayaan hijau, hingga optimalisasi aset daerah,” ungkap Gubernur Pramono.

Memasuki momentum 500 tahun Jakarta pada 2027, Pemprov DKI Jakarta menargetkan percepatan transformasi kota melalui semangat Global Reach, Local Empowerment. Upaya tersebut diarahkan untuk menarik talenta, kreativitas, dan investasi global sekaligus memperluas peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta komunitas lokal.

“Momentum 500 tahun Jakarta harus menjadi akselerator untuk menarik talenta, kreativitas, dan investasi global, sekaligus membuka peluang luas bagi UMKM, industri kreatif, serta komunitas lokal melalui penyelesaian berbagai program pembangunan secara tuntas,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengapresiasi arah pembangunan Jakarta dan menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dengan Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, peran Jakarta strategis bagi perekonomian nasional, dengan kontribusi sebesar 16,71 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

“Pemerintah pusat mendukung penuh langkah Jakarta, terutama dalam pengembangan integrasi transportasi massal yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), penanganan sampah nasional hingga 2028, serta inisiasi pembentukan International Financial Center guna menarik investasi global,” ujarnya.

Airlangga juga menekankan pentingnya penguatan infrastruktur digital, penataan jaringan serat optik, dan integrasi transportasi di kawasan aglomerasi Jabodetabek. Pengembangan konektivitas dengan sistem hub and spoke dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi mobilitas dan mendukung Jakarta sebagai kota jasa (service city).

“Jakarta harus terus memperkuat infrastruktur dasarnya, terutama dalam hal digitalisasi, penataan jaringan fiber optik, dan integrasi transportasi hub and spoke kawasan Jabodetabek agar mampu bersaing dengan kota-kota utama dunia,” tuturnya.

Sementara itu, President Director Kearney Indonesia, Shirley Santoso, mengatakan, perjalanan satu abad Kearney sejalan dengan upaya Jakarta menyiapkan masa depan kota menjelang usia 500 tahun. Ia menilai target Jakarta masuk dalam 50 besar kota global mencerminkan aspirasi untuk terus meningkatkan daya saing, inklusivitas, dan keberlanjutan.

“Aspirasi Jakarta untuk menjadi top 50 global city menunjukkan keberanian untuk bergerak dan komitmen untuk terus melakukan perbaikan guna menjadikan Jakarta sebagai kota yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Shirley.

Kearney Indonesia siap mendukung kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan berbagai pemangku kepentingan lintas industri untuk mempercepat transformasi Jakarta. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan gagasan dan langkah konkret yang memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.

“Kesuksesan suatu kota global tidak dibangun oleh satu pihak saja, melainkan hasil kolaborasi erat seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang menghubungkan manusia, inovasi, dan peluang,” pungkas Shirley.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.