AS Siapkan Operasi Militer, Negara Teluk Diminta Masuk Posisi Siaga
Kamis, 29 Okt 2026, 15:19 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/Yasser Al-Zayyat
WASHINGTON DC - Amerika Serikat (AS) meminta sejumlah negara Arab di kawasan Teluk Persia bersiap menghadapi kemungkinan kampanye militer singkat dan intensif terhadap Iran setelah pemilu sela AS pada 3 November 2026, The Wall Street Journal melaporkan pada Rabu (28/10).
Menurut laporan yang mengutip sejumlah orang yang mengetahui pembicaraan tersebut, pesan itu disampaikan melalui jalur diplomatik dan militer.
Laporan tersebut menyebut langkah itu menjadi tanda bahwa AS dan Israel mempersiapkan operasi tempur baru untuk melemahkan Iran dan mendorong Teheran kembali ke meja perundingan.
Sumber tersebut menyebutkan bahwa militer AS memindahkan sistem pertahanan rudal Patriot dari Texas ke kawasan itu dan memindahkan pasukan dari pangkalan yang dianggap rentan.
Pasukan AS juga mengisi kembali amunisi serta menyiapkan pesawat pengebom dan jet tempur.
Satu kelompok tempur kapal induk tambahan dan satu unit ekspedisi Marinir diperkirakan bergabung dengan sekitar 20 kapal perang AS yang sudah berada di Timur Tengah bulan depan.
Presiden AS Donald Trump belum membuat keputusan final, tetapi menurut orang-orang yang mengetahui pemikirannya, ia cenderung mempertimbangkan serangan besar setelah pemilu yang dapat menyasar infrastruktur dan fasilitas nuklir Iran.
Gedung Putih menolak mengomentari "rencana militer sensitif yang mungkin ada atau mungkin tidak ada".
"Presiden Trump mempertahankan semua opsi untuk memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir," kata Gedung Putih.
Dalam kampanye di Lubbock, Texas, Selasa, Trump mengatakan, "Anda akan melihat Iran dalam beberapa minggu, jika Anda tidak keberatan."
"Kami telah menghancurkan kapasitas pengayaan nuklir Iran melalui Operasi Midnight Hammer dan Operasi Epic Fury serta mengalahkan mereka secara militer, finansial, dan lainnya. Semuanya akan segera berakhir," katanya.
"Ini bisa berakhir kapan pun saya menginginkannya," tambah Trump.
Trump sebelumnya mengatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela. Namun, pada 23 Oktober, ia kembali mengatakan AS mungkin melakukan operasi militer lain terhadap Iran.
AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang mendorong Teheran membalas dengan serangan rudal dan drone di kawasan serta secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan energi dunia.
Pada Juni 2026, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman sebagai langkah menuju perjanjian damai final. Namun, kesepakatan tersebut kemudian gagal di tengah perselisihan, termasuk mengenai navigasi di Selat Hormuz. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!