- Home
-
- Luar Negeri
-
- Russia-Ukraina Berlakukan ...
Russia-Ukraina Berlakukan Gencatan Senjata Terbatas
Rabu, 28 Okt 2026, 02:30 WIBKYIV - Gencatan senjata antara Ukraina dan Russia yang bertujuan untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan ke Kota Oleshky yang diduduki Russia, mulai berlaku pada Selasa (27/10) pagi, setelah diumumkan oleh Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Melania Trump, pekan lalu.
Kedua belah pihak mengatakan sebelumnya mereka akan memantau jalannya gencatan senjata mulai pukul 03.00 pagi waktu setempat.
Kota Oleshky yang dilanda perang di wilayah Kherson selatan Ukraina ini, terjebak dalam pertempuran antara kedua belah pihak sejak tahun 2022, ketika kota tersebut direbut oleh pasukan Russia pada awal invasi mereka.
Mantan penduduk mengatakan kepada AFP awal tahun ini bahwa mereka yang tersisa di kota itu kelaparan, kekurangan obat-obatan dan tidak dapat dengan mudah bepergian.
Gencatan senjata, yang berlaku di wilayah terbatas, terjadi ketika perang Ukraina berlangsung hingga tahun kelima. Baik Russia, Ukraina, maupun AS sejauh ini belum mengatakan siapa yang akan memantau gencatan senjata tersebut, atau memberikan rincian tentang operasi kemanusiaan yang akan menyertainya.
Saat mengumumkan pada Jumat (23/10) lalu bahwa ia telah menjadi perantara gencatan senjata, Melania Trump mengatakan pejabat sipil dari Russia dan Ukraina akan mengunjungi penduduk di rumah mereka dan menentukan tingkat bantuan yang mereka butuhkan.
"Warga yang ingin mengungsi akan menerima dukungan dan transportasi terkoordinasi ke tujuan pilihan mereka. Saya mengantisipasi ada yang ingin pergi ke Russia, dan ada pula yang ingin pergi ke Ukraina,â kata Melania Trump.
Baik Russia maupun Ukraina belum mengatakan berapa lama gencatan senjata akan berlangsung. Kementerian Pertahanan Russia mengatakan pada Jumat lalu bahwa mereka akan menghentikan tembakan di sektor Kherson selama gencatan senjata, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
"Untuk menjamin keselamatan penduduk dan pengiriman pasokan kemanusiaan yang penting, perjalanan yang aman dari konvoi kemanusiaan ke pemukiman Oleshky, Wilayah Kherson, akan difasilitasi," demikian dikutip Panglima Militer Russia, Valery Gerasimov.
Penyelamatan Warga
Kota Oleshky yang berada di tepi selatan Sungai Dnipro ini, direbut oleh pasukan Russia pada tahun 2022. Kota ini mengalami rusak berat akibat hancurnya bendungan Kakhovka pada tahun 2023, yang menyebabkan banjir besar di sepanjang Sungai Dnipro.
Sementara itu tentara Ukraina pada Jumat lalu mengatakan bahwa mereka akan melakukan segala kemungkinan untuk membantu penduduk Oleshky dan akan melakukan segala upaya untuk menjamin keselamatan dan penyelamatan sesama warga negara mereka.
Ratusan ribu tentara dan warga sipil telah terbunuh dan jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka sejak Russia menginvasi Ukraina, sebuah konflik yang menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.
Russia yang membantah menargetkan warga sipil, kini menduduki sekitar seperlima wilayah negara tetangganya yaitu Semenanjung Crimea yang dianeksasi pada 2014, sebagian besar wilayah timur Donetsk dan Lugansk (Donbas) dan sebagian besar wilayah selatan Zaporizhzhia dan Kherson.
Pembicaraan yang dimediasi AS antara Russia dan Ukraina akan dilanjutkan pada bulan November, setelah secara efektif dibekukan sejak AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada bulan Februari lalu. AFP/I-1
- Melania Trump
- Gencatan Senjata
- Oleshky
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Jumlah Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan di Parigi Moutong Mencapai 1.400 Ha
-
Harga Cabai Rawit Rp57.250/Kg, Telur Ayam Rp28.600/Kg Per Senin Pagi
-
IHSG Pagi Ini Melemah Mengikuti Bursa Asia Imbas Konflik Iran dengan Israel-AS
-
BPBD Sumut: Dua Kecamatan di Nias Barat Terendam Banjir
-
Pemprov DKI Berlakukan Verifikasi Ulang Tiket Mudik Gratis
-
Pelatihan Kendarai Becak Listrik Bantuan Presiden
-
Netflix Bakal PHK Besar-besaran, 1.000 Karyawan Kena Imbas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.