Formula 1: Hamilton Hampir ke Red Bull, Horner Ungkap Negosiasi Rahasia Tahun 2012

Jumat, 23 Okt 2026, 00:17 WIB

LONDON – Mantan prinsipal tim Red Bull Racing, Christian Horner, mengungkapkan bahwa dirinya pernah menggelar pertemuan rahasia dengan Lewis Hamilton sebelum juara dunia Formula 1 itu memutuskan meninggalkan McLaren untuk bergabung dengan Mercedes pada 2013.

Dalam buku memoarnya yang berjudul Drive, Horner mengklaim bahwa Red Bull sempat menjadi tujuan utama Hamilton ketika pembalap Inggris tersebut mulai mempertimbangkan masa depannya bersama McLaren.

Ket. Foto: Lewis Hamilton — Sumber: Formula 1

Menurut ulasan The Athletic terhadap buku tersebut, Horner menceritakan bahwa pertemuan dengan Hamilton diatur setelah dirinya berbicara melalui telepon dengan ayah sang pembalap, Anthony Hamilton, pada tahun 2012.

Pertemuan itu berlangsung di kediaman Adrian Newey, yang saat itu menjabat sebagai kepala teknis Red Bull, di dekat Ascot, Inggris.

“Ketika sebuah pertemuan rahasia kemudian diatur dengan Lewis di rumah Adrian, naluri saya terbukti benar. Dia ingin meninggalkan McLaren, dan kami adalah tujuan pilihannya,” tulis Horner dalam memoarnya.

Horner juga mengungkapkan pertanyaan yang diajukan Hamilton saat pertemuan tersebut dimulai.

“Berapa yang dibutuhkan agar saya bisa bergabung dengan kalian?” demikian pertanyaan Hamilton sebagaimana dikutip Horner dalam bukunya.

Pada periode tersebut, Red Bull sedang berada di puncak performa Formula 1. Tim yang berbasis di Milton Keynes itu meraih empat gelar juara dunia konstruktor secara beruntun pada 2010–2013.

Pada periode yang sama, Sebastian Vettel juga mendominasi kejuaraan pembalap dengan merebut empat gelar dunia berturut-turut.

Menurut Horner, Newey sangat antusias dengan kemungkinan merekrut Hamilton. Namun, penasihat motorsport Red Bull, Helmut Marko, justru tidak menunjukkan respons serupa dan bersikap waspada terhadap rencana tersebut.

Horner mengaku tetap berusaha menjajaki kemungkinan perekrutan sang pembalap. Akan tetapi, negosiasi kedua pihak menemui hambatan terkait besaran bayaran yang diminta Hamilton.

Horner menyebut Hamilton meminta nilai kontrak yang sangat besar, sehingga persoalan finansial menjadi salah satu kendala utama dalam pembicaraan tersebut.

Pada akhirnya, Hamilton memilih meninggalkan McLaren dan bergabung dengan Mercedes pada 2013. Keputusan itu menjadi titik awal periode kesuksesan besar dalam kariernya.

Bersama Mercedes, Hamilton meraih enam gelar juara dunia tambahan pada 2014, 2015, serta 2017 hingga 2020. Gelar pertamanya diraih bersama McLaren pada 2008.

Hamilton kemudian meninggalkan Mercedes untuk bergabung dengan Ferrari pada 2025.

Horner sendiri mengakhiri masa jabatannya sebagai prinsipal Red Bull pada Juli 2025. Selama memimpin tim tersebut, ia terlibat dalam keberhasilan meraih enam gelar juara dunia konstruktor dan delapan gelar juara dunia pembalap.

Empat gelar pembalap terakhir dalam periode kepemimpinannya diraih Max Verstappen secara beruntun pada 2021–2024.

Pengungkapan mengenai pertemuan dengan Hamilton itu menambah kisah di balik layar persaingan tim-tim papan atas Formula 1. Jika kesepakatan tersebut terwujud, Hamilton berpeluang membela Red Bull pada era ketika tim tersebut mendominasi kejuaraan bersama Vettel.

Namun, hambatan finansial yang diungkap Horner menjadi salah satu faktor yang membuat kemungkinan kerja sama itu tidak terwujud. Hamilton akhirnya memilih Mercedes, tim yang kemudian menjadi tempatnya meraih sebagian besar gelar juara dunia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.