Memperbanyak Diklat Kompetensi untuk Menekan Angka Pengangguran di Sumsel

Senin, 26 Okt 2026, 22:17 WIB

Palembang - Pemerintah Kota Palembang memperbanyak program pelatihan dan pendidikan (diklat) berbasis kompetensi untuk menekan angka pengangguran di Ibu kota Sumatera Selatan (Sumsel) itu.

"Kami mendorong Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat mengembangkan program diklat serta kerja sama dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri," kata Sekda Palembang Aprizal Hasyim, di Palembang, Senin.

Ket. Foto: Suasana Kota Palembang — Sumber: Antara

Menurut dia, beberapa program diklat yang telah dilaksanakan selama ini seperti pelatihan teknisi otomotif, teknisi pendingin ruangan (AC), menjahit, pengelasan, dan teknisi listrik.

Dengan program pelatihan itu diharapkan warga Palembang memiliki keterampilan atau keahlian di bidang tertentu yang dapat dimanfaatkan untuk melamar kerja serta membuka usaha sendiri.

"Berbekal keterampilan atau keahlian yang diperoleh melalui diklat itu, sebagian besar masyarakat dapat terserap di berbagai perusahaan bahkan mampu membuka usaha sendiri," ujarnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan data angka tingkat pengangguran terbuka di kota ini terus bergerak turun hingga di bawah 10 persen.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Palembang saat ini sekitar 6,78 persen atau 105 ribu orang pengangguran dari total angkatan kerja, turun dari tahun sebelumnya sekitar tujuh persen.

Untuk terus menekan angka pengangguran itu seminimal mungkin, selain memperbanyak diklat dan memberikan kesempatan masyarakat menjadi peserta seluas-luasnya, pihaknya juga berupaya melakukan pendekatan dengan pihak perusahaan membuka lowongan kerja sebesar-besarnya.

"Selain memberikan diklat, kami juga melakukan pendekatan dengan berbagai perusahaan di kota ini agar membuka lowongan kerja dan memberikan kesempatan magang untuk menambah pengalaman serta keahlian," harap Sekda Aprizal.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.