- Home
-
- Luar Negeri
-
- Krisis Bakteri Super, 19 P...
Krisis Bakteri Super, 19 Patogen Kebal Obat Picu 50.000 Lebih Kematian di AS
Rabu, 28 Okt 2026, 22:23 WIBLOS ANGELES - Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada Selasa (27/10) waktu setempat, sembilan belas patogen menyebabkan sekitar 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian di Amerika Serikat setiap tahunnya.
Laporan Ancaman Resistensi Antimikroba 2026 adalah perkiraan paling komprehensif CDC hingga saat ini tentang dampak bakteri dan jamur resisten obat, serta Clostridioides difficile, kata CDC.
Laporan tersebut mengklasifikasikan 19 patogen berdasarkan tingkat ancamannya terhadap kesehatan masyarakat di AS: empat sebagai ancaman mendesak, 13 sebagai ancaman serius, dan dua sebagai ancaman yang perlu diwaspadai.
Empat ancaman mendesak tersebut adalah Candida auris (C. auris), Acinetobacter resistan terhadap karbapenem, Enterobacterales resistan terhadap karbapenem, dan Neisseria gonorrhoeae yang resistan terhadap obat, menurut laporan itu.
Infeksi C. auris yang resistan terhadap obat telah meningkat sepuluh kali lipat sejak 2019, dan sejumlah galur di antaranya resistan terhadap kelas obat antijamur yang tersedia, menurut laporan tersebut.
Laporan itu juga menyoroti penyebaran gen resistansi yang cepat, yang dapat membuat infeksi lebih sulit diobati dan lebih mematikan.
"Resistansi antimikroba mengancam kedokteran modern dan menempatkan jutaan warga Amerika dalam risiko setiap tahun," kata Direktur CDC AS Erica Schwartz seperti dikutip outlet media AS. "Data berkualitas tinggi membantu mendorong tindakan, dan CDC berkomitmen menyediakan informasi yang mudah diakses guna membantu melindungi masyarakat dari infeksi yang resistan terhadap obat." Ant
Berita Terkait:
-
Gempa Susulan M 5,1 Guncang Sulawesi Tengah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
-
Garam Bima Naik Kelas! Sudah Halal, Kantongi BPOM dan Siap Saingi Garam Impor
-
BBM Langka, Antrean Mengular di Bali! SPSI Ingatkan Hak Pekerja SPBU
-
Terobosan Kesehatan: Peneliti Australia Identifikasi Cara Sel Imun Manusia Deteksi Bakteri
-
Svitolina Coba Pertahankan Dominasi atas Wang Xinyu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.