UEFA Desak FIFA Segera Jawab 42 Pertanyaan soal Kepemimpinan Infantino
Rabu, 21 Okt 2026, 00:02 WIBPARIS â Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dilaporkan mengirimkan surat kepada FIFA untuk meminta penjelasan mengenai kepemimpinan Presiden Gianni Infantino. Surat tersebut mencakup 42 pertanyaan yang menyentuh 12 topik, termasuk proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) dan pemberian FIFA Peace Prize.
Menurut laporan sejumlah media Inggris pada hari Selasa (20/10), UEFA meminta FIFA memberikan jawaban paling lambat 2 November.
UEFA sebelumnya menjadi salah satu pihak yang mendesak Infantino mundur dari jabatannya setelah ia mengusulkan proyek FFE. Proyek yang kini telah dibatalkan tersebut dirancang untuk membentuk sebuah perusahaan yang mengelola kepentingan komersial kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, serta menjual sebagian kecil sahamnya kepada investor swasta.
Infantino, 56 tahun, yang dijadwalkan mencalonkan diri kembali pada 2027, telah menyampaikan permintaan maaf kepada Dewan FIFA dalam pertemuan pekan lalu. Ia juga meminta para peserta menyampaikan pertanyaan mengenai tata kelolanya secara tertulis agar dapat dijawab dalam pertemuan berikutnya pada tanggal 16 Desember.
Namun, Sky Sports dan sejumlah media Inggris melaporkan pada Senin bahwa Sekretaris Jenderal UEFA, Theodore Theodoridis, telah menulis surat kepada mitranya di FIFA, Mattias Grafstrom, untuk meminta jawaban segera atas 42 pertanyaan tersebut.
âPertanyaan-pertanyaan ini membutuhkan jawaban sekarang,â tulis Theodoridis dalam suratnya.
âPertanyaan-pertanyaan tersebut tidak dapat ditunda hingga pertemuan Dewan FIFA berikutnya. Reformasi tata kelola di masa mendatang juga tidak dapat menggantikan pengawasan terhadap keputusan-keputusan yang telah diambil maupun pertanggungjawaban atas keputusan tersebut.â
UEFA dan FIFA belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar yang dikirimkan melalui surat elektronik.
Infantino dijadwalkan maju dalam pemilihan kembali presiden FIFA pada Maret 2027. Sementara itu, batas waktu bagi calon potensial untuk mengajukan nominasi semakin dekat, yakni pada 18 November.
Desakan UEFA agar FIFA memberikan penjelasan segera menempatkan persoalan transparansi dan pertanggungjawaban atas keputusan organisasi tersebut sebagai salah satu isu penting menjelang pemilihan presiden FIFA berikutnya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Korupsi APBKam Rp404,5 Juta, Mantan Penghulu Rawa Mekar Jaya Jadi Tersangka.
-
GSP Segera Berakhir, Mendag Kebut I-EU CEPA Berlaku 2027
-
Tidak Sesuai RKPS, Gubernur Bali Bongkar Vila Ilegal Di Kawasan Hutan Buleleng
-
Hati-hati Pakai Mobil Hybrid! Isi BBM Tak Sesuai Picu Terjadinya "Knocking"
-
Target Aksesi OECD 2 Tahun, Airlangga Pacu Reformasi Ekonomi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.