Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

Rabu, 28 Okt 2026, 14:05 WIB

JAKARTA – Pemerintah Indonesia berencana membangun fasilitas penyimpanan minyak mentah di dalam negeri untuk memangkas jalur impor yang selama ini dapat melibatkan negara ketiga. Langkah ini disiapkan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Dikutip dari Antara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pembangunan fasilitas tersebut diharapkan membuat pengiriman minyak mentah dari negara pemasok bisa langsung menuju Indonesia tanpa harus singgah di negara lain.

Ket. Foto: Rencana pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari pembenahan sistem pengadaan energi nasional melalui peraturan presiden yang baru. — Sumber: Istimewa

“Kita akan membangun fasilitas penyimpanan minyak mentah di sini. Badan Pelayanan Publik, bekerja sama dengan beberapa perusahaan, akan menangani pembangunannya,” kata Bahlil dalam keterangan pada Senin (26/10).

Dia menambahkan, keberadaan fasilitas penyimpanan domestik akan memungkinkan proses pengiriman minyak mentah menjadi lebih langsung.

“Dengan cara ini, ketika kita mengimpor minyak mentah, tidak perlu lagi transit di berbagai negara lain. Akan langsung sampai ke Indonesia,” ujarnya.

Rencana pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari pembenahan sistem pengadaan energi nasional melalui peraturan presiden yang baru. Regulasi itu mengalihkan pengadaan minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan gas petroleum cair atau LPG kepada Badan Layanan Umum (BLU) melalui skema kerja sama antarpemerintah (government-to-government/G2G) serta pemerintah dengan badan usaha (government-to-business/G2B).

Kebijakan ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk menghadapi skenario terburuk, untuk menjaga pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Indonesia sendiri masih mengimpor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Namun, pemerintah menyatakan pasokan minyak mentah yang diimpor saat ini tidak lagi berasal dari kawasan Timur Tengah.

Bidik Kontrak Jangka Panjang

Selain membangun fasilitas penyimpanan, pemerintah berupaya memperluas kepastian pasokan melalui kerja sama dengan negara-negara pemasok. Bahlil berencana mengunjungi sejumlah negara, termasuk India dan China, untuk menjajaki penguatan pasokan sekaligus mengamankan kontrak pengadaan minyak mentah dalam jangka panjang.

Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap jalur pasokan yang rentan terganggu akibat konflik geopolitik maupun perubahan situasi pasar energi dunia.

Pemerintah juga berupaya menenangkan masyarakat di tengah kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan dan dampaknya terhadap harga energi di dalam negeri.

“Rakyat Indonesia, mohon tetap tenang. Insya Allah, saya dapat memberikan jaminan—di bawah arahan dan instruksi Presiden Prabowo—bahwa cadangan bahan bakar kita memenuhi standar minimum nasional dan harga bahan bakar bersubsidi tidak akan naik. Saya telah ditugaskan untuk mengamankan kontrak jangka panjang,” kata Bahlil.

Menurut dia, penguatan ketahanan energi membutuhkan kombinasi antara pembangunan infrastruktur penyimpanan, diversifikasi sumber pengadaan, dan pengamanan kontrak pasokan jangka panjang.

Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap Indonesia memiliki sistem pengadaan energi yang lebih tangguh dalam menghadapi gejolak global. Dengan demikian, risiko terganggunya pasokan dari luar negeri dapat ditekan sehingga kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan ekonomi domestik tetap terjaga.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.