BPYC 2026 Hadirkan 56 Pembicara, Ajak Profesional Muda Perluas Jejaring
Rabu, 28 Okt 2026, 15:10 WIBPenulisa
JAKARTA â Beyond Professional Youth Con (BPYC) 2026 akan mempertemukan profesional muda dari berbagai bidang dan generasi dalam konferensi interdisipliner di Chillax Sudirman, Jakarta Selatan, pada 31 Oktoberâ1 November 2026. Mengusung semangat 98 tahun Sumpah Pemuda, acara ini menghadirkan 56 pembicara dan melibatkan sekitar 50 komunitas untuk mendorong pengembangan kompetensi serta kolaborasi lintas sektor.
Konferensi yang terbuka secara gratis bagi masyarakat ini mempertemukan berbagai perspektif dari pemerintahan, teknologi, kesehatan, pendidikan, bisnis, industri kreatif, hingga gerakan sosial. Penyelenggara menargetkan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa, pekerja, wirausahawan, dan penggerak komunitas untuk memperluas wawasan serta membangun jejaring profesional.
Sejumlah tokoh yang dijadwalkan menjadi pembicara antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata, serta Revie Sylviana dari Meta. Nama lain yang masuk dalam daftar pembicara adalah dokter spesialis bedah saraf Ryan Rhiveldi Keswani, Riza Putranto, Willie Salim, Tsamara Amany, Fathia Fairuza, dan Annisa Rengganis.
Ketua Umum Beyond Professional Lutfi Dipa Nawahasta mengatakan, organisasinya ingin menyediakan ruang kolaborasi yang terbuka bagi generasi muda dari berbagai latar belakang pendidikan, profesi, industri, dan organisasi.
âBeyond Professional terbuka untuk semua. Kami ingin mempertemukan profesional muda, mahasiswa, pekerja, wirausahawan, dan penggerak komunitas agar dapat saling belajar, memperluas jejaring, serta menemukan peluang untuk berkembang,â ujar Lutfi di Jakarta Selasa, 27 Oktober 2026.
Menurut dia, BPYC 2026 merupakan bagian dari upaya mendukung pengembangan sumber daya manusia, peningkatan keterampilan, perluasan kesempatan kerja, dan pemberdayaan generasi muda. Akses gratis diberikan agar lebih banyak anak muda dapat mengikuti kegiatan pengembangan kapasitas dan membangun hubungan profesional.
âMelalui BPYC 2026, kami membuka akses konferensi secara gratis agar semakin banyak anak muda memperoleh kesempatan belajar dan membangun jejaring,â katanya.
Kolaborasi lintas generasi dan disiplin
Ketua Komite BPYC 2026 Rian Fahardhi mengatakan, pengembangan profesionalisme tidak cukup hanya berfokus pada keterampilan teknis. Integritas, kompetensi, dan akuntabilitas juga diperlukan agar kemampuan individu dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
âReformasi besar-besaran harus dimulai dari manusianya. Kita membutuhkan generasi profesional yang memiliki integritas, kompetensi, dan akuntabilitas. Inilah karakter Beyond Professional yang ingin kami bangun: manusia yang tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga menyadari tanggung jawab sosial dari keahliannya,â ujar Rian.
Salah satu format yang dihadirkan dalam konferensi ini adalah panel bertajuk Tiga Generasi, Tiga Disiplin, Satu Pertanyaan Besar. Sesi tersebut mempertemukan narasumber dari generasi dan bidang keahlian berbeda untuk membahas persoalan yang sama dari berbagai sudut pandang.
Rian mengatakan, pendekatan lintas disiplin diperlukan untuk menghadapi persoalan yang semakin kompleks. Karena itu, BPYC berupaya mempertemukan kalangan profesional yang selama ini mungkin jarang terlibat dalam percakapan yang sama, seperti praktisi teknologi dengan psikolog, pendidik dengan pelaku industri, serta pejabat publik dengan kreator digital.
Menurut dia, tantangan masa depan tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu perspektif. Pertukaran gagasan dan pengalaman antargenerasi diharapkan dapat membuka peluang kerja sama sekaligus memperkuat pemahaman mengenai tanggung jawab profesional.
Libatkan puluhan komunitas dan gerakan pendidikan
Selain konferensi profesional, BPYC 2026 menghadirkan Youth Talk yang menjadi ruang pertemuan bagi penggerak komunitas, organisasi sosial, dan berbagai inisiatif anak muda. Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 komunitas yang bergerak di sejumlah bidang, termasuk pendidikan, lingkungan, kreativitas, kesehatan mental, dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu mitra yang terlibat adalah Sekolah Tanah Air, gerakan sosial di bidang pendidikan yang diinisiasi Rian Fahardhi. Melalui program Gotong Royong 1000 Sekolah, gerakan tersebut mendorong perbaikan fasilitas belajar, penguatan literasi, dan peningkatan kualitas pendidikan melalui kerja sama lintas sektor.
Keterlibatan Sekolah Tanah Air bersama komunitas lainnya diharapkan mempertemukan ratusan pegiat dan relawan. Pertemuan tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang kolaborasi baru antara komunitas, profesional, dan pihak lain yang memiliki perhatian terhadap persoalan sosial.
Youth Talk akan mengangkat empat tema utama, yakni Beyond Creativity, Beyond Community, Beyond Ideas, dan Beyond Impact. Keempat tema itu menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, gagasan, serta praktik kontribusi sosial yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi.
Buka kesempatan peningkatan keterampilan dan karier
Dalam rangkaian Youth Con, BPYC 2026 menyiapkan tujuh tema utama, yaitu Beyond Self, Beyond Wellness, Beyond Culture, Beyond Work, Beyond Education, Beyond Organization, dan Beyond Power. Tema-tema tersebut mencakup pengembangan diri, kesehatan dan kesejahteraan, budaya, dunia kerja, pendidikan, organisasi, hingga kepemimpinan dan kekuasaan.
Peserta juga dapat mengikuti kegiatan walk-in interview untuk menjajaki peluang karier. Selain itu, tersedia program peningkatan keterampilan bersama UpYours melalui pendekatan upskilling dan reskilling, yang ditujukan untuk membantu peserta meningkatkan kemampuan atau mempelajari keterampilan baru sesuai kebutuhan dunia kerja.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BPYC ingin menghubungkan pengembangan kapasitas individu dengan kontribusi sosial. Semangat itu dirangkum dalam tema âDari Kompetensi Menjadi Kontribusiâ, yang sekaligus menjadi upaya menerjemahkan nilai persatuan dan kolaborasi Sumpah Pemuda ke dalam konteks profesionalisme masa kini.
âBerbeda generasi, berbeda profesi, satu tanggung jawab. Kita mungkin memiliki jalan yang berbeda, tetapi berbagi tanggung jawab untuk membangun masa depan Indonesia,â kata Rian.
BPYC 2026 berlangsung pada 31 Oktoberâ1 November 2026, pukul 10.00â20.00 WIB, di Chillax Sudirman, Jakarta Selatan. Youth Con Stage dibuka gratis dengan kuota 1.000 peserta, sedangkan Youth Talk juga dapat diikuti tanpa biaya sesuai ketentuan penyelenggara.
Penyelenggaraan akses gratis tersebut didukung Telkomsel sebagai mitra strategis, bersama Yayasan Prana Aksara Rakyat, BNI, dan AirNav Indonesia.
Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat diakses melalui situs www.beproyouthcon.com.
- BPYC 2026
- Beyond Professional Youth Con
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.