• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • DIPA MediArt Festival 2026...

DIPA MediArt Festival 2026 Jadi Ajang UB Dorong Industri Kreatif Lewat Seni Media

Rabu, 28 Okt 2026, 20:59 WIB

MALANG, JAWA TIMUR - Universitas Brawijaya (UB) berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem kreatif di Kota Malang, Jawa Timur melalui DIPA MediArt Festival 2026 yang diselenggarakan pada 27 Oktober-2 November 2026, di Gazebo Raden Wijaya di lingkungan kampus itu.

Wakil Rektor IV UB, Prof Andi Kurniawan di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (28/10), mengatakan, Kota Malang telah menyandang status Kota Kreatif UNESCO bidang Media Arts telah menciptakan peluang bagi mahasiswa menampilkan ide dan kreatif kepada publik.

Ket. Foto: Pembukaan DIPA MediArt di Gazebo Raden Wijaya, Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (27/10) malam. — Sumber: ANTARA/Ananto Pradana

"UB berusaha menggabungkan semuanya, agar ruang kreativitas ini menjadi udara segar sehingga banyak hal, seperti informasi, ide, dan inspirasi tersampaikan," kata Prof Andi.

Andi menyatakan DIPA MediaArt Festival telah menjadi program prioritas Globalizing Universitas Brawijaya (GUB) dalam rangka memperluas kolaborasi lintas disiplin ilmu, pengembangan talenta kreatif, hingga menguatkan branding kampus lewat aktivasi ruang publik.

Kemudian dari sisi pelaksanaan Globalizing Universitas Brawijaya (GUB), DIPA MediaArt Festival 2026 menjadi salah satu langkah menerjemahkan agenda internasionalisasi UB melalui program kreatif yang berasal dari potensi lokal.

Dia menyampaikan, di dalam kegiatan tersebut turut menjadikan teknologi sebagai sebuah instrumen mengembangkan seni.

"Dan ini sebenarnya merupakan salah satu bagian dari transformasi digital dalam pendidikan," ujarnya.

Sementara itu, Executive Director DIPA MediArt Festival 2026 Dr Redy Eko Prasetyo mengemukakan, festival yang diselenggarakan sebagai strategi menumbuhkan ekosistem seni media di lingkungan UB.

Ia menambahkan, DIPA MediArt menghadirkan immersive gallery sebagai pusat pengalaman visual dan program publik, new media art gallery menyuguhkan eksplorasi seni kontemporer, dan fine art gallery dengan 20 karya seni rupa dua dimensi.

"Ini pemantik atmosfer berbasis digital art dan new media art dapat muncul dan berkembang organik," ujar Redy. Ant

  • DIPA MediArt Festival 2026

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.