Kemenhut Catat “Hotspot” Karhutla Turun Jadi 93 Titik

Selasa, 27 Okt 2026, 18:43 WIB

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat jumlah titik panas atau hotspot karhutla secara nasional turun menjadi 93 titik. Jumlah tersebut berkurang 54 titik dibandingkan sehari sebelumnya.

Dikutip dari siaran pers Kemenhut pada Selasa (27/10), pemantauan dilakukan melalui sistem SiPongi. Sehari sebelumnya, sistem tersebut mendeteksi 147 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence).

Ket. Foto: — Sumber: Dokumentasi Kementerian Kehutanan

Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, jumlah hotspot juga menurun dari 26 menjadi 10 titik. Kalimantan Barat mencatat lima titik, Kalimantan Tengah tiga titik, dan Sumatera Selatan dua titik.

Sementara itu, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Riau tidak menunjukkan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi. Kemenhut menilai penurunan tersebut sebagai perkembangan positif, tetapi petugas tetap perlu memeriksa kondisi kebakaran di lapangan.

Kemenhut menjelaskan hotspot menunjukkan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit. Pemantauan menggunakan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, kemudian petugas memverifikasi indikasi tersebut melalui pemeriksaan lapangan atau groundcheck.

Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan pada 26 Oktober menunjukkan petugas masih memadamkan api di sejumlah lokasi. Di Jambi, tim Manggala Agni Kemenhut menangani kebakaran di Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kebakaran di lokasi tersebut terjadi pada lahan gambut dan kawasan pelestarian alam. Hingga laporan terakhir, petugas belum berhasil memadamkan seluruh api di kawasan tersebut.

Di Sumatera Selatan, petugas berhasil memadamkan kebakaran di Muara Baru, Kabupaten Ogan Ilir. Namun, tim masih menangani sejumlah titik api yang sulit dijangkau di Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin.

Petugas juga menemukan asap di Desa Putak, Kabupaten Muara Enim, sehingga melanjutkan penyisiran dan mopping up. Sementara itu, tim gabungan menyatakan api di Suaka Margasatwa Dangku, Kabupaten Musi Banyuasin, telah padam.

Di Kabupaten Ogan Komering Ilir, petugas masih menemukan titik api aktif di Talang Rimba meskipun hujan telah turun. Tim juga melanjutkan pemadaman kebakaran permukaan dan bawah tanah di lahan gambut kawasan Tanjung Batu, Tulung Selapan.

Kemenhut menegaskan penurunan jumlah hotspot dan turunnya hujan belum menjamin kebakaran telah selesai. Bara di lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan sehingga petugas perlu melakukan pembasahan, pendinginan, dan penyisiran hingga kondisi aman.

Kemenhut bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, pemerintah daerah, dan masyarakat terus menjalankan patroli serta pemadaman. Pemerintah menegaskan petugas harus memastikan api dan bara padam untuk mencegah kebakaran berulang, mengurangi asap, serta melindungi masyarakat dan hutan. ils/I-1

  • Kemenhut
  • Karhutla

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.