Menbud Ajak Generasi Muda Turut Lestarikan Tradisi Dongengkan Cerita Rakyat

Minggu, 08 Nov 2026, 19:20 WIB

JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, meminta generasi muda melestarikan tradisi mendongeng melalui pengenalan cerita rakyat Indonesia. Menurut dia, paya tersebut penting untuk menjaga tradisi bertutur yang mulai berkurang di tengah perkembangan zaman.

Menbud menyampaikan hal tersebut pada acara "Closing of Youth Storytelling Competition for International School Students 2026" di Jakarta, Minggu (8/11).

Ket. Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon — Sumber: RRI/Davina Keisha

Menurut dia, generasi muda, terutama Gen Alpha, perlu mengenal kekayaan cerita rakyat sejak dini. "Kalau dulu orang-orang tua kita banyak mendongeng, bertutur kepada anak-anaknya, tetapi sekarang semakin sedikit sehingga cerita-cerita rakyat mungkin banyak mendapatkan saingan dengan cerita-cerita lainnya," ujar dia.

Fadli mengatakan tradisi bercerita merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang perlu mendapat perhatian. Menurut dia, pemerintah akan merawat, melindungi, mengembangkan, dan menghidupkan kembali tradisi tersebut.

Menbud menambahkan Indonesia memiliki keberagaman budaya (cultural megadiversity) yang sangat kaya. Ini mencakup bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritual, adat istiadat, serta berbagai kesenian.

"Nah, salah satu elemen yang ingin kita kedepankan sekarang ini adalah tradisi bertutur, tradisi bercerita, storytelling," ucap dia. "Ini juga merupakan budaya yang perlu kita rawat, lindungi, kembangkan, dan bahkan hidupkan."

Sebagai upaya pelestarian, Kementerian Kebudayaan menghadirkan berbagai platform untuk memperkenalkan cerita rakyat kepada generasi muda. Salah satunya melalui "Youth Storytelling Competition for International School Students 2026" yang menggunakan bahasa Inggris.

Fadli mengatakan pemerintah juga mengembangkan kompetisi berbahasa Indonesia melalui program "Cerita Rakyat". Pada tahun ini, Kemenbud turut menghadirkan program "Gala Indonesia Bercerita" yang mencakup loka karya dan kompetisi.

"Ini semua merupakan upaya kita untuk menjadikan cerita-cerita Indonesia menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," kata dia. "Terutama bagi anak-anak muda karena mereka perlu diperkenalkan dengan cerita-cerita rakyat."

Menbud mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan misi Kemenbud dalam memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Upaya itu, lanjut dia, juga mengacu pada amanat Pasal 32 Undang-Undang Dasar 1945.

Fadli menambahkan Indonesia memiliki sekitar 1.340 kelompok etnis dan 718 bahasa. Keberagaman tersebut menyimpan berbagai kisah tradisional yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Setiap kampung punya cerita, setiap suku punya cerita, adat istiadat punya cerita," ujarnya. "Jadi, dari setiap suku bangsa etnis itu saja banyak sekali cerita-cerita yang hidup di dalamnya."

Menbud mencontohkan cerita Panji yang telah berkembang selama kurang lebih seribu tahun dan menyebar ke negara tetangga. Selain itu, Indonesia memiliki epos La Galigo dan beragam kisah pewayangan dari berbagai daerah.

"Itu cerita-cerita Panji dari Indonesia itu menyebar sampai ke negara-negara tetangga kita," ujarnya. "Cerita Panji juga sudah menjadi Memory of the World tahun 2017."

Menurut Menbud, cerita tradisional Indonesia dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk karya kreatif. Baik dalam bentuk anime, animasi, gim, hingga beragam produk budaya lainnya.

Fadli juga menekankan peran guru dan pendamping dalam memperkenalkan cerita rakyat kepada generasi muda. Para pendidik dapat menjadi fasilitator untuk mentransmisikan pengetahuan sekaligus membangun inspirasi.

"Jadikan guru sebagai fasilitator, saya kira ini sangat penting dan berperan di dalam membangunkan cerita-cerita di Indonesia," ujar dia. "Melalui guru inilah kita bisa melakukan transmisi pengetahuan, menggerakkan inspirasi dan juga memperkenalkan cerita-cerita tersebut."

Menlu berharap kompetisi storytelling dapat menjadi kegiatan rutin dengan jangkauan peserta yang lebih luas. Dia juga mengajak sekolah internasional memperkenalkan cerita lokal dan nasional kepada para siswanya.

"Di sekolah internasional itu kan banyak mungkin juga cerita-ceritanya global. Nah, kita harus memperkenalkan cerita-cerita lokal, cerita-cerita nasional," pungkas dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.