Direktur Kebudayaan UI Ingatkan Mahasiswa Jangan Kehilangan Sisi Kemanusiaan di Era AI
Selasa, 27 Okt 2026, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Mataram - Direktur Kebudayaan Universitas Indonesia (UI), Dr. Zastrow Al Ngatawi, S.Ag., M.Si., mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan kecerdasan akademik di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tetapi juga memperkuat kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Team collaboration (kolaborasi tim) dan kepedulian sosial merupakan nilai-nilai kemanusiaan yang tidak bisa begitu saja digantikan oleh teknologi AI,” kata Zastrow dalam Kuliah Kebudayaan bagi Mahasiswa Berprestasi di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (27/10).
Dalam kuliah bertajuk “Mengasah Nalar, Rasa, dan Adab” tersebut, Zastrow menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah digitalisasi yang semakin pesat. Menurut dia, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, kepekaan terhadap lingkungan sosial, serta karakter yang kuat.
Ia menilai, mahasiswa perlu membangun keseimbangan antara kemampuan intelektual dan kecerdasan sosial agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan.
Menurut Zastrow, mahasiswa UIN Mataram memiliki modal sosial yang dapat dikembangkan untuk menghadapi tantangan tersebut, terutama melalui kultur pesantren dan nilai-nilai moderasi Islam, seperti tawasuth (moderat), tasamuh (toleransi), i'tidal (adil), dan tawazun (seimbang).
Nilai-nilai tersebut, kata dia, dapat menjadi landasan bagi mahasiswa untuk memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak sekaligus menjaga kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Kuliah kebudayaan itu menjadi bagian dari upaya UIN Mataram untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan karakter yang kuat.
Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., mengatakan proses pendidikan harus mampu mengembangkan kemampuan berpikir, kepekaan sosial, dan adab secara bersamaan.
“Kita berproses mengasah nalar agar kita pintar, mengasah rasa agar kita punya kepekaan sosial, dan mengasah adab agar kita menjadi orang yang mulia, beretika, dan berkarakter,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga persahabatan, komunikasi, dan jaringan dalam perjalanan akademik maupun kehidupan profesional.
Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Mataram, Prof. Dr. H. Jumarim, M.Hi., mengajak mahasiswa mengambil peran aktif dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan di tengah perubahan sosial.
“Di tangan Anda-lah kebudayaan ini akan dikelola. Apa pun perubahan sosial, perubahan tatanan keagamaan, perubahan peran, dan seterusnya, kita harus lebih siap menghadapinya,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, UIN Mataram berharap mahasiswa berprestasi dapat tumbuh menjadi generasi yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi, sekaligus mempertahankan nilai-nilai etika, moderasi, dan keluhuran budaya bangsa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!