Pemkab Bogor Dorong Warga Kurangi Ketergantungan pada Beras, Apa Alternatifnya?
Senin, 26 Okt 2026, 04:37 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: Antara foto/HO Pemkab Bogor
KABUPATEN BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengajak masyarakat memanfaatkan sumber pangan lokal sebagai alternatif beras dan terigu untuk meningkatkan keberagaman konsumsi sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor Andri Hadian di Cibinong, Minggu (25/10), mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui edukasi pengolahan pangan lokal dalam rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia 2026.
“Masyarakat juga perlu mengoptimalkan pemanfaatan berbagai sumber pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari,” kata Andri.
Ia menjelaskan, diversifikasi konsumsi pangan menjadi bagian dari upaya membangun pola makan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) di tengah masyarakat.
Menurut dia, penguatan ketahanan pangan perlu dimulai dari lingkungan keluarga melalui kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi, termasuk sayuran dan buah-buahan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk semakin memperhatikan pemenuhan gizi keluarga dengan membiasakan konsumsi sayuran dan buah-buahan. Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan keluarga,” ujarnya.
Pemkab Bogor menghadirkan demonstrasi memasak dan diskusi mengenai pengolahan pangan lokal berbahan dasar nonberas dan nonterigu dalam peringatan Hari Pangan Sedunia di Alun-alun Kabupaten Bogor, Cibinong, Minggu (25/10).
Kegiatan tersebut melibatkan narasumber dari Badan Pangan Nasional, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Selain edukasi pangan lokal, Pemkab Bogor membagikan sayuran dan buah-buahan secara gratis kepada masyarakat sebagai bagian dari kampanye peningkatan konsumsi pangan bergizi.
Pemerintah daerah juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
Kegiatan itu turut melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui stan pangan lokal serta menghadirkan sejumlah pelayanan publik, antara lain administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, perpustakaan keliling, dan fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB).
Peringatan Hari Pangan Sedunia tersebut dimanfaatkan Pemkab Bogor untuk memperluas edukasi mengenai konsumsi pangan bergizi dan pemanfaatan potensi pangan lokal kepada masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!