Menanam Bambu untuk Mengatasi Tanggul Kritis di Pesisir Aceh Tamiang

Senin, 26 Okt 2026, 23:17 WIB

Banda Aceh - Masyarakat Desa Marlempang, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang berencana menanam bambu di sepanjang tanggul sungai yang kritis akibat diterjang banjir pada 13 Oktober 2026.

Datok Penghulu (kepala desa) Desa Marlempang, Arif Pradana di Aceh Tamiang, Senin, mengatakan penanaman bambu tersebut direncanakan sebagai upaya membantu memperkuat tanggul yang rawan mengalami kerusakan akibat banjir.

Ket. Foto: Dok - Warga bergotong-royong tanam pohon di tepi bantaran sungai sebelum tanggul jebol dihantam banjir di Desa Marlempang, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang. — Sumber: Antara

"Aksi penanaman bambu bersama pemuda-pemudi Desa Marlempang. Targetnya sepanjang tanggul Marlempang yang sudah banyak abrasi," kata Arif Pradana.

Dirinya mengatakan, terdapat satu titik tanggul yang jebol dengan panjang sekitar 80 meter. Sementara itu, satu titik lainnya belum jebol, tetapi kondisinya sudah mulai rawan.

Arif mengatakan, masyarakat berencana menggalang dana secara swadaya untuk membeli bibit bambu. Pengadaan bibit tersebut direncanakan melalui pemesanan secara daring (online).

Sebelum banjir bulan ini, warga setempat secara swadaya telah menanam pohon di DAS Marlempang yang merupakan program jangka panjang untuk mencegah dampak abrasi meluas.

"Kita sudah tanam pohon sebulan lalu, tapi waktu kita cek kemarin banyak bibit pohon tercabut banjir, sehingga perlu kita tegakkan kembali (tanam ulang)," ujarnya.

Arif menambahkan, selain mengancam permukiman, kerusakan tanggul juga berdampak terhadap lahan pertanian dan perkebunan warga. Setidaknya, puluhan hektare padi di sawah baik yang baru ditanam maupun masa panen terendam banjir luapan sungai.

"Lahan sawah sekitar 70 hektare serta perkebunan kelapa sawit juga banyak terdampak banjir," kata Arif.

Sejauh ini, perbaikan tanggul masih dalam proses. Berdasarkan informasi dari camat setempat, penandatanganan kontrak pekerjaan ditargetkan berlangsung pada akhir Oktober 2026.

"Masih proses. Info dari pak Camat kemarin akhir bulan ini tanda tangan kontraknya," ujar Arif Pradana.

Sebagai informasi, saat tanggul di Marlempang jebol pada 13 Oktober 2026, sembilan desa sekitar ikut terimbas banjir, yaitu Desa Marlempang, Rantau Pakam, Lubuk Batil, Lambung Blang dan Seuneubok Dalam Mesjid. Kemudian Desa Balai, Desa Mesjid Sei Yu, Desa Mesjid Bendahara dan Kampung Raja.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.