PepsiCo Gandeng 5 Startup, Bali Waste Cycle Bawa Solusi Daur Ulang
Jumat, 16 Okt 2026, 16:05 WIBJAKARTA - PepsiCo menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan lima perusahaan rintisan atau startup dari program Greenhouse Program 2026 IMPACT Edition untuk menjajaki peluang pengembangan dan penerapan solusi keberlanjutan di kawasan Asia Pasifik. Kelima startup tersebut menawarkan inovasi di bidang efisiensi logistik, pertanian berkelanjutan, pengurangan emisi, dan ekonomi sirkular.
Program PepsiCo Greenhouse Program APAC 2026: The IMPACT Edition berlangsung selama tujuh bulan dan melibatkan lima alumni program sebelumnya, yakni Adiona, Bali Waste Cycle, Beijing AIForce Tech (BAIFT), Takachar, dan X-Centric Sciences. Melalui program ini, PepsiCo membantu para startup beralih dari tahap pengujian solusi menuju kesiapan komersial dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis dan operasional.
Dalam prosesnya, setiap pendiri startup mendapatkan pendampingan dari tim lintas fungsi PepsiCo yang mencakup bidang keberlanjutan, rantai pasok, pengadaan, riset dan pengembangan, operasional, keuangan, serta hukum. Pendekatan tersebut memungkinkan aspek teknis, komersial, operasional, dan kepatuhan dievaluasi sejak awal untuk mengidentifikasi potensi hambatan sebelum penerapan solusi.
Chief Executive Officer Asia Pacific PepsiCo, Anne Tse, mengatakan kolaborasi lintas sektor semakin dibutuhkan untuk membangun bisnis yang tangguh dan berkelanjutan. Menurutnya, program akselerator tersebut mempertemukan para pengusaha dengan tim PepsiCo untuk menguji solusi inovatif terhadap tantangan nyata dalam sistem pangan.
Penandatanganan LoI menjadi langkah awal untuk mengeksplorasi peluang kerja sama lebih lanjut dengan masing-masing startup. Namun, rencana implementasi dan aktivitas komersial selanjutnya tetap bergantung pada evaluasi, kesepakatan, kinerja solusi, nilai bisnis, serta kesesuaian dengan kebutuhan operasional dan pasar.
Perjalanan Lima Startup dalam Program IMPACT Edition
Kelima startup menjalani proses evaluasi berdasarkan tingkat kematangan teknologi, kebutuhan bisnis yang ingin diselesaikan, dan kesiapan operasional masing-masing. Berikut perkembangan kolaborasi mereka bersama PepsiCo:
-
Adiona (Australia, alumni 2023)
Adiona melanjutkan kolaborasi dengan PepsiCo dalam pengembangan optimasi rute berbasis kecerdasan buatan (AI) dan peningkatan efisiensi armada. Melalui IMPACT Edition, kedua pihak menandatangani LoI untuk menjajaki peluang optimasi jaringan dan logistik di China.
-
Beijing AIForce Tech (China, alumni 2025)
BAIFT melanjutkan kerja sama dengan PepsiCo China dalam pemanfaatan mesin pertanian bertenaga listrik. Traktor listrik berkapasitas 140 tenaga kuda (HP) milik BAIFT telah digunakan melalui perjanjian sewa komersial selama lima tahun untuk mendukung budidaya kentang di lahan petani mitra dalam rantai pasok pertanian PepsiCo.
Sementara itu, model traktor berkapasitas 180 HP masih menjalani pengujian yang dijadwalkan selesai pada akhir 2026. Kedua pihak juga menandatangani LoI untuk menjajaki perluasan kemitraan dan potensi pengembangan teknologi pertanian di China.
-
Bali Waste Cycle (Indonesia, alumni 2025)
Bali Waste Cycle bekerja sama dengan PepsiCo Indonesia dalam pengumpulan dan daur ulang kemasan fleksibel, sekaligus menjajaki pasar untuk pemanfaatan material hasil pemulihan. Selama program berlangsung, material dari kemasan makanan ringan yang berhasil dikumpulkan dan diolah dimanfaatkan menjadi papan petunjuk jalan yang telah dipasang di Denpasar dan Gianyar, Bali.
Startup ini juga terus menggali peluang permintaan dari sektor pariwisata dan korporasi untuk memperluas pemanfaatan material daur ulang. PepsiCo dan Bali Waste Cycle menandatangani LoI guna menjajaki perluasan program pengelolaan sampah plastik fleksibel di Indonesia.
-
Takachar (Thailand, alumni 2024)
Takachar mengembangkan teknologi portabel yang mampu mengolah residu pertanian menjadi biochar atau arang hayati. Bersama PepsiCo, startup tersebut mengevaluasi persyaratan operasional dan komersial untuk menjajaki potensi penerapan teknologinya di sepanjang rantai nilai pertanian.
Kedua pihak menandatangani LoI untuk mengevaluasi lebih lanjut peluang pemanfaatan teknologi Takachar di kawasan Asia Pasifik. Penjajakan tersebut akan mempertimbangkan kebutuhan penerapan teknologi di berbagai kondisi operasional.
-
X-Centric Sciences (Australia, alumni 2024)
X-Centric Sciences melanjutkan kolaborasi dengan PepsiCo untuk mengkaji integrasi teknologi kecerdasan tanah (soil intelligence) ke dalam alur kerja pertanian. Teknologi ini ditujukan untuk mendukung pengambilan keputusan terkait kesehatan tanah dan kebutuhan input tanaman.
Setelah serangkaian uji coba lapangan bersama tim pertanian PepsiCo di Australia, kedua pihak menandatangani LoI untuk menjajaki penerapan teknologi kecerdasan tanah presisi di negara tersebut. Kerja sama ini berfokus pada potensi pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengambilan keputusan dalam kegiatan pertanian.
Pendanaan dan Perkembangan Ekosistem Inovasi
Selain perkembangan kolaborasi bersama PepsiCo, sejumlah peserta program juga mencatat pencapaian di luar kegiatan IMPACT Edition. BAIFT dilaporkan memperoleh pendanaan Seri B sebesar US$60 juta, sedangkan X-Centric Sciences terpilih mengikuti program akselerator AI for the Planet perdana dari Google DeepMind di kawasan Asia Pasifik.
Pencapaian tersebut menunjukkan pentingnya keterhubungan antara startup, investor, dan perusahaan dalam mengembangkan solusi inovatif. Kolaborasi lintas ekosistem dapat membuka akses terhadap keahlian, peluang pasar, serta dukungan yang diperlukan untuk membawa teknologi menuju penerapan yang lebih luas.
Sejak diluncurkan pada 2023, PepsiCo Greenhouse APAC Program telah menggandeng 30 startup dan mendukung 22 proyek percontohan. Inisiatif tersebut berfokus pada tiga bidang utama, yakni ekonomi sirkular, pertanian berkelanjutan, dan solusi iklim.
Langkah Selanjutnya
Setelah kegiatan showcase berakhir, PepsiCo dan kelima startup akan melanjutkan pembicaraan berdasarkan LoI yang telah ditandatangani. Setiap peluang implementasi akan dievaluasi lebih lanjut dengan mempertimbangkan kinerja solusi, nilai bisnis, kesesuaian operasional, dan kebutuhan pasar.
Memasuki edisi keempat pada 2026, program PepsiCo Greenhouse APAC mengalami perubahan fokus dari akselerator berbasis hibah menjadi program yang lebih menitikberatkan pada integrasi teknologi, kesiapan komersial, dan potensi penerapan di masa mendatang. Program ini didukung jaringan mitra dari sektor modal ventura, pertanian, dan inovasi yang membantu peserta memperoleh wawasan mengenai akses pasar, kesiapan investasi, komersialisasi, serta penerapan solusi di perusahaan.
Sejumlah mitra pendukung program tersebut meliputi Artesian, AgFunder Asia, AgriFutures growAG, Better Earth Ventures, Circulate Capital, CM Venture Capital, Cooley, GC Ventures, SAIL atau Singapore Agri-Food Innovation Lab di Nanyang Technological University, serta Suntory PepsiCo Beverages. Melalui jaringan tersebut, PepsiCo berupaya memperluas akses startup terhadap keahlian dan peluang kolaborasi untuk mendukung pengembangan solusi keberlanjutan di kawasan Asia Pasifik.
- Ekonomi Sirkular
- Pepsico
- Asia Pasifik
- Daur Ulang Sampah
- Pertanian berkelanjutan
- Keberlanjutan
- Startup Indonesia
- PepsiCo Indonesia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Gubernur NTB Bergerak! Warga Mataram Diduga Berada di Myanmar, Ini yang Terjadi
-
IKI Masih di 51,93, Industri RI Tetap Ngegas Meski Produksi Melambat
-
Cuaca Jakarta Sabtu Pagi Terungkap! BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Cerah Berawan
-
Layanan Rumah Oksigen Gratis Disiapkan untuk Warga Palangka Raya
-
Dispora: Kota Tangerang Gelar Kejuaraan Sepatu Roda
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.