Dua Bulan, Hampir 55 Bangunan Kampung Adat Sade Kembali Dibangun
Senin, 26 Okt 2026, 14:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Mataram - Gotong royong masyarakat adat menjadi salah satu kunci percepatan pemulihan Kampung Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan melibatkan generasi muda yang masih menguasai keterampilan membangun rumah tradisional.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) NTB Muhamad Ihwan di Mataram, Senin (26/10), mengatakan keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan kembali kampung adat tersebut menunjukkan keterampilan tradisional masih terpelihara dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Dalam gotong royong itu ternyata keterampilan membuat rumah masih ada. Regenerasi terlihat di sana dan anak-anak muda ikut berpartisipasi gotong royong,” ujar Muhamad Ihwan.
Menurut Ihwan, partisipasi masyarakat dan generasi muda menjadi faktor penting yang dapat mempercepat proses pembangunan kembali rumah-rumah adat di Sade.
Dukungan juga datang dari kerabat masyarakat Sade yang tinggal di luar dusun. Mereka menyumbangkan kayu-kayu tua berusia ratusan tahun untuk digunakan sebagai penopang bangunan, sehingga membantu penyediaan material dalam proses pemulihan.
“Dalam waktu dua bulan, kami berhasil membangun kembali Sade hampir 55 bangunan,” kata Kadisbud.
Disbud NTB menargetkan jumlah bangunan yang selesai dibangun dapat meningkat hingga 75 unit. Target tersebut diharapkan tercapai agar proses kurasi atau penyesuaian bangunan dengan ketentuan adat dapat dilakukan pada Desember 2026 ini.
Ihwan menegaskan, pemulihan Kampung Adat Sade tidak hanya bertujuan mengembalikan kondisi kawasan seperti semula, tetapi juga mewujudkan lingkungan yang lebih baik tanpa menghilangkan identitas budaya masyarakat setempat.
“Kenapa pembangunan Sade begitu cepat? Itu karena kombinasi antara pemerintah, organisasi swasta, dan masyarakat Sade,” ujarnya.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, dana sumbangan sementara untuk pemulihan rumah adat Sade mencapai Rp4,7 miliar. Dana tersebut berasal dari sejumlah pihak, antara lain Sapo Development Indonesia sebesar Rp2 miliar, artis Raffi Ahmad Rp1 miliar, Kementerian Pariwisata Rp800 juta, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Rp200 juta, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri Rp60 juta, Bank BTN Rp75 juta, PT Otsuka Rp500 juta, serta Yayasan Chili Community House Rp410 juta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!