Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk Awasi Penyaluran BBM di SPBU
Minggu, 25 Okt 2026, 22:40 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: ESDM
JAKARTA - Pemerintah meluncurkan program Pengawal Energi 2026 untuk memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan BBM penugasan. Program ini ditargetkan menjangkau 3.679 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh Indonesia dengan melibatkan putra-putri daerah.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, meluncurkan program tersebut pada Malam Puncak Perayaan Hari Jadi ke-81 Pertambangan dan Energi di Jakarta, Jumat 23 Oktober 2026. Program Pengawal Energi 2026 merupakan kolaborasi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dengan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas.
Program ini terbuka bagi talenta muda lulusan perguruan tinggi yang akan diterjunkan langsung untuk mengawasi distribusi energi. Para petugas bertugas memperkuat pengawasan penyaluran BBM, meningkatkan ketersediaan data di lapangan, serta mencegah potensi kebocoran dan penyalahgunaan BBM bersubsidi maupun BBM penugasan.
Yuliot mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat pengawasan distribusi energi. Tetapi juga menjadi sarana pengembangan kompetensi generasi muda di sektor energi.
"Penugasan ini sekaligus menjadi wahana strategis dalam membina talenta muda bangsa melalui pemberian akses pengalaman lapangan langsung dan peningkatan kompetensi teknis di sektor energi. Sehingga tata kelola subsidi yang transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan dapat terwujud secara optimal," ujar Yuliot.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah memprioritaskan penempatan petugas dari putra-putri daerah sesuai domisili provinsi atau wilayah terdekat. Menurut Yuliot, pendekatan tersebut diharapkan membuat pengawasan lebih efektif karena petugas memiliki pemahaman terhadap kondisi geografis dan karakteristik wilayah penugasan.
Selain itu, penempatan lokal dapat meningkatkan efisiensi logistik, penerimaan masyarakat, serta kesiapsiagaan petugas di lapangan. Meski demikian, setiap peserta wajib menandatangani Pakta Integritas Komitmen Penempatan dan menyatakan kesediaan untuk ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
Pendaftaran program Pengawal Energi 2026 dibuka pada 24 Oktober hingga 1 November 2026. Calon peserta dapat mendaftar melalui portal resmi https://pengawalenergi.akamigas.ac.id/.
Pemerintah berharap program ini mampu melahirkan pengawal energi yang kompeten, berintegritas, dan berdedikasi, guna memastikan pasokan energi menjangkau masyarakat secara merata dan tepat sasaran. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!