Pengerahan Sonar-drone dalam Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo

Sabtu, 24 Okt 2026, 23:35 WIB

Kupang - Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur menyatakan telah mengerahkan teknologi sonar dan drone robot bawah laut untuk mencari seorang korban tenggelamnya KM Feronia di perairan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat namun belum ditemukan.

“Sampai dengan hari kesepuluh pencarian korban tenggelam yang merupakan dive master belum juga ditemukan, walaupun sejumlah alat canggih sudah diterjunkan,” kata Direktur Polairud Polda NTT Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution di Kupang, Sabtu.

Ket. Foto: Proses pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo. — Sumber: Antara

Dia mengatakan, pihaknya mengerahkan kapal pemburu cepat KPC 2007, RIB 02, sonar single beam, dan drone bawah air untuk membantu tim SAR gabungan melakukan penyisiran selama 10 hari pencarian.

“Berdasarkan evaluasi dan analisis hasil rekaman drone bawah air serta pencarian menggunakan sonar keberadaan korban maupun bangkai kapal KM Feronia masih nihil. Faktor arus bawah laut yang dinamis menjadi salah satu tantangan terbesar di lapangan,” kata Irwan.

Operasi pencarian tersebut melibatkan 76 personel gabungan dari TNI-Polri, Basarnas, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pelindo, serta unsur masyarakat setempat.

Penyisiran bawah laut difokuskan pada sejumlah titik di sekitar lokasi awal tenggelamnya kapal dengan mempertimbangkan pergerakan arus laut. Area pencarian meliputi perairan Tatawa Besar, Batu Bolong, Mawan, Batu Tiga, dan Sebayur di kawasan Taman Nasional Komodo.

Untuk memperluas jangkauan pencarian, tim SAR gabungan mengoperasikan sejumlah peralatan khusus sejak hari kedua hingga hari ke-10. Selain sonar single beam dan drone bawah air milik Ditpolairud Polda NTT, tim menggunakan remotely operated vehicle (ROV) milik PT Farmindo dan side scan sonar milik Koarmada II TNI AL Surabaya.

Peralatan tersebut didukung armada KM Hiu Macan 03 milik KKP Kupang, RIB Lanal Labuan Bajo, serta KRI Pulau Fani-731. Teknologi tersebut digunakan untuk memindai dasar laut dan membantu mengidentifikasi kemungkinan lokasi korban maupun bangkai kapal di tengah kondisi arus bawah laut yang dinamis.

Irwan mengatakan, satu korban yang masih belum ditemukan berinisial VBJ (23), seorang dive master yang berdomisili di Kompleks Bandara Batu Cermin, Labuan Bajo. Korban tersebut menjadi salah satu fokus pencarian tim SAR gabungan sejak operasi dimulai.

Setelah melalui evaluasi terhadap hasil penyisiran dan pemindaian bawah laut, Basarnas Maumere secara resmi menghentikan operasi pencarian. Hingga operasi ditutup, tim belum menemukan keberadaan korban maupun bangkai utama KM Feronia.

Meski operasi SAR resmi dihentikan, personel Ditpolairud Polda NTT melalui Marnit Labuan Bajo tetap melakukan patroli rutin di perairan Taman Nasional Komodo.

Petugas juga mengimbau kapal wisata dan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban atau bangkai kapal.

“Kami mengimbau kapal-kapal wisata dan nelayan yang beraktivitas di perairan Taman Nasional Komodo agar segera menginformasikan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan KM Feronia,” ujar Irwan.

Masyarakat yang menemukan petunjuk terkait korban atau kapal tersebut dapat melaporkannya kepada petugas kepolisian perairan atau melalui layanan call center 101 SPKT Polres Manggarai Barat.

Jajaran Ditpolairud Polda NTT juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Doa bersama dijadwalkan berlangsung di Pelabuhan Marina Labuan Bajo sebagai bentuk penghormatan kepada korban sekaligus dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.