- Home
-
- Megapolitan
-
- Usaha Pembangunan Jaya Jik...
Usaha Pembangunan Jaya Jika Ingin Berlanjut Harus Mengadopsi Lima Kunci
Jumat, 23 Okt 2026, 12:56 WIBJAKARTA â PT Pembangunan Jaya jika ingin mempertahankan bisnis berlanjut, maka harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan bertahan hingga usia 100 tahun, bahkan lebih. Kuncinya, harus mengadopsi lima langkah.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Dia menyebut lima kunci keberlanjutan bisnis tersebut meliputi adaptasi teknologi, penguatan rasa memiliki dan akuntabilitas, tata kelola serta disiplin keuangan, inovasi bisnis, dan regenerasi kepemimpinan.
Perubahan zaman menuntut perusahaan untuk terus menyesuaikan standar kinerja, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Standar kerja saat ini berbeda dengan masa sebelumnya.
Karena itu, perusahaan perlu membuka diri terhadap perkembangan teknologi dan kemampuan generasi muda untuk meningkatkan efektivitas serta produktivitas kerja. Ini disampaikan saat memberikan arahan kepada jajaran komisaris dan direksi Pembangunan Jaya Group di Balai Kota Jakarta, Kamis (22/10). Kegiatan ini juga dihadiri mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso dan Fauzi Bowo.
Selain adaptasi teknologi, Gubernur Pramono menekankan pentingnya menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) dan akuntabilitas sebagai bagian dari budaya kerja. Setiap insan perusahaan perlu bertanggung jawab atas pekerjaannya sekaligus menjaga nilai-nilai yang telah membentuk karakter Pembangunan Jaya.
Ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik dan disiplin keuangan. Setiap kewenangan harus dijalankan secara tepat, transparan, dan bertanggung jawab untuk mencegah penyalahgunaan, terutama dalam pengelolaan keuangan.
Di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis, perusahaan juga dituntut mampu membaca perubahan pasar dan menangkap peluang baru. Inovasi harus terus dikembangkan agar perusahaan tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan zaman.
âKemampuan beradaptasi dan berinovasi menjadi faktor penting agar Pembangunan Jaya tetap relevan di tengah perubahan lingkungan bisnis dan persaingan yang semakin dinamis,â tuturnya.
Kunci berikutnya adalah regenerasi kepemimpinan. Menurut Gubernur Pramono, perusahaan perlu menyiapkan pemimpin penerus secara terencana dan tepat waktu agar kesinambungan usaha tetap terjaga tanpa kehilangan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri.
Ketergantungan berlebihan pada figur pendiri berisiko melemahkan etos kerja ketika perusahaan memasuki generasi berikutnya.
Risiko tersebut dapat semakin besar jika proses regenerasi tidak dipersiapkan sejak dini. Karena itu, regenerasi perlu berjalan beriringan dengan penguatan profesionalisme dan inovasi. Nilai-nilai yang diwariskan para pendiri harus tetap dijaga, sementara pengelolaan perusahaan perlu terus berkembang mengikuti tuntutan zaman.
âSaya berharap Pembangunan Jaya tidak terlambat dalam melakukan regenerasi kepemimpinan,â tandasnya. Gubernur Pramono juga mengapresiasi etos kerja, posisi bisnis, serta berbagai pembenahan yang telah dilakukan Pembangunan Jaya. Ia menyebut kemampuan perusahaan untuk bertahan dan berkembang tidak hanya ditentukan oleh keterlibatan Pemerintah Provinsi Jakarta, tetapi juga oleh inovasi yang tumbuh dari dalam perusahaan.
Ia berharap Pembangunan Jaya konsisten menjaga nilai-nilai perusahaan sekaligus memperkuat inovasi, tata kelola, dan kesiapan menghadapi pergantian kepemimpinan. Dengan fondasi tersebut, Pembangunan Jaya diharapkan tidak sekadar mampu bertahan menghadapi perubahan, tetapi juga terus tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.