Trump Dorong Xi Perbaiki Hubungan Tiongkok-Jepang dan Cabut Pembatasan Ekspor

Jumat, 09 Okt 2026, 01:00 WIB

TOKYO - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (8/10), mendorong Presiden Tiongkok Xi Jinping memperbaiki hubungan dengan Jepang serta mencabut pembatasan ekspor Beijing terhadap Tokyo.

Seperti dikutip dari Antara, Trump menyampaikan permintaan tersebut dalam pembicaraan dengan Xi di Washington pada September.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump — Sumber: AFP/Mandel NGAN

Menurut laporan itu, Trump mengatakan pembatasan ekspor Tiongkok terhadap pengiriman barang ke Jepang, termasuk logam tanah jarang, dapat mengancam industri AS yang bergantung pada pemasok Jepang.

Trump juga menilai pembatasan tersebut sebagai pelanggaran tidak langsung terhadap kesepakatan gencatan perdagangan antara AS dan Tiongkok yang dicapai pada Oktober 2025 di Korea Selatan.

Selain meminta Xi mencabut pembatasan ekspor, Trump juga mendorong pemimpin Tiongkok itu bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Informasi tersebut diperoleh South China Morning Post dari sumber yang mengetahui pembicaraan antara kedua pemimpin.

Namun, Xi disebut tidak terlalu menerima permintaan Trump dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut. Xi justru menegaskan bahwa perselisihan antara Tiongkok dan Jepang harus dipisahkan dari hubungan Tiongkok-AS dan tidak seharusnya memengaruhi hubungan kedua negara.

Xi juga memperingatkan mengenai risiko meningkatnya militerisme Jepang.

Hubungan Tiongkok dan Jepang memburuk sejak Takaichi menyatakan dalam sidang parlemen pada November 2025 bahwa serangan terhadap Taiwan yang diklaim Beijing dapat memicu respons Pasukan Bela Diri Jepang sebagai bentuk dukungan terhadap AS.

Pernyataan tersebut memicu kemarahan Beijing. Sejak itu, Tiongkok meningkatkan tekanan politik dan ekonomi terhadap Jepang, termasuk melalui pembatasan perdagangan logam tanah jarang yang digunakan dalam produksi berbagai produk berteknologi tinggi.

Beijing juga mengkritik kebijakan penguatan pertahanan pemerintahan Takaichi dan mengeklaim bahwa "neo-militerisme" kembali meningkat di Jepang.

Menawarkan Pertemuan

Di tengah ketegangan tersebut, Jepang dilaporkan mendorong pertemuan antara Takaichi dan Xi di sela-sela KTT Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang akan digelar di Shenzhen, Tiongkok, pada November 2026.

Namun, Beijing disebut menolak permintaan tersebut dan sebagai gantinya menawarkan pertemuan antara Takaichi dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang. Jepang memberikan sinyal bahwa opsi tersebut belum dapat diterima.

Sebelumnya, dalam pertemuan puncak dengan Trump, Xi juga mengkritik Takaichi terkait kebijakan penguatan militer Jepang, demikian laporan Financial Times.

Menurut laporan tersebut, Xi mengecam pembangunan kekuatan militer Jepang. Sejumlah pejabat AS disebut terkejut karena isu tersebut tidak termasuk dalam agenda resmi pertemuan.

Kritik Xi terhadap Jepang menjadi salah satu isu paling menonjol dalam pertemuan selama dua hari antara delegasi AS dan Tiongkok.

Pada akhir April, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian mengatakan kebijakan kepemimpinan Jepang saat ini semakin menyerupai tindakan kaum militeris Jepang pada masa lalu.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.