Relawan Suraji Tutup Usia Usai Dirawat Intensif, Korban Meninggal Karhutla Bromo Bertambah Jadi Enam Orang

Jumat, 23 Okt 2026, 15:35 WIB

PROBOLINGGO – Duka akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo kembali bertambah. Suraji, petugas keamanan (DW Security) Artotel dari PT Mitra Indo Permai yang menjadi relawan dan mengalami luka bakar saat terlibat dalam upaya pemadaman, meninggal dunia pada Jumat (23/10), sekitar pukul 12.00 WIB.

Suraji sebelumnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang dideritanya dalam kebakaran pada 15 Oktober 2026. Kepergiannya menambah panjang daftar korban jiwa dalam insiden tersebut, sehingga total korban meninggal dunia kini mencapai enam orang.

Ket. Foto: Suraji sebelumnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang dideritanya dalam kebakaran pada 15 Oktober 2026. — Sumber: Istimewa

Kabar duka itu disampaikan melalui akun media sosial Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), yang turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

“Bapak Suraji, DW Security Artotel PT Mitra Indo Permai, yang selama ini menjalani perawatan intensif setelah terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan Bromo, telah berpulang pada hari ini, sekitar pukul 12.00 WIB,” demikian pernyataan yang diunggah akun tersebut.

Pihak BBTNBTS juga menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan selama Suraji menjalani perawatan. Doa turut dipanjatkan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi kehilangan.

Sebelumnya, salah satu korban yang diberitakan meninggal dunia akibat insiden tersebut adalah Hendra Rony Wagiyanata, personel Manggala Agni TNBTS, yang meninggal setelah dievakuasi ke RSUD Tongas. Sementara itu, Munawi dan Suraji sempat dilaporkan mengalami luka bakar serius hingga harus dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan di RSUD Dr. Soetomo.

Dengan meninggalnya Suraji, jumlah korban jiwa dalam kebakaran yang terjadi pada 15 Oktober 2026 itu bertambah menjadi enam orang. Peristiwa ini menjadi pengingat beratnya risiko yang dihadapi petugas maupun pihak lain yang terlibat dalam upaya memadamkan kebakaran di kawasan konservasi.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.