Atlet Panjat Tebing Probolinggo Jadi Korban Karhutla Bromo, Tragedi Memupus Harapan

Jumat, 16 Okt 2026, 00:00 WIB

PROBOLINGGO – Impian Sefril Ardiansyah untuk mengukir prestasi di dunia panjat tebing kini diselimuti kabar duka. Atlet muda binaan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo itu dilaporkan masuk dalam daftar korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sefril bukan sekadar atlet yang tengah meniti karier. Ia merupakan salah satu talenta potensial yang dipersiapkan untuk memperkuat Kota Probolinggo dalam berbagai kejuaraan, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Ket. Foto: Di luar potensi prestasinya, Sefril juga meninggalkan kesan mendalam bagi orang-orang yang mengenalnya. Menurut Iwan, atlet muda itu memiliki kepribadian baik, suka membantu, dan peduli terhadap atlet-atlet yang lebih junior. — Sumber: Istimewa

Kabar yang menyebut namanya sebagai korban kebakaran membuat keluarga besar FPTI Kota Probolinggo terpukul. Sosok yang selama ini diharapkan mampu menyumbangkan prestasi itu justru dikaitkan dengan tragedi yang terjadi di kawasan Bromo.

Pelatih FPTI Kota Probolinggo, Iwan Rosidi, mengaku pertama kali mendengar kabar tersebut sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, ia menerima informasi bahwa Sefril disebut sebagai salah satu korban karhutla. Namun, daftar resmi identitas korban belum diterimanya.

“Sekitar jam dua saya mendengar berita bahwa salah satu nama korban kebakaran di TNBTS adalah Sefril. Tapi, saat itu belum ada daftar resminya,” ujar Iwan.

Berharap kabar tersebut tidak benar, Iwan berusaha menghubungi Sefril melalui telepon. Namun, panggilannya tidak mendapat jawaban. Ia kemudian mencoba mencari informasi lebih lanjut dengan menghubungi rekan-rekan dan keluarga atlet tersebut.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Iwan menerima informasi dari kepolisian untuk mengonfirmasi kabar itu. Orang tua Sefril juga berangkat ke kawasan Bromo guna memastikan langsung kondisi anak mereka.

Informasi dari tim penyelamat atau rescue di Cemoro Lawang kemudian menyebut nama Sefril masuk dalam daftar korban. Meski demikian, pihak FPTI masih berupaya memperoleh kepastian melalui koordinasi dengan tim penyelamat dan layanan ambulans.

“Saya berusaha menghubungi teman-temannya dan orang tuanya juga. Orang tuanya naik ke sana. Kemudian dikonfirmasi oleh tim rescue di Cemoro Lawang, katanya memang ada nama Sefril,” jelas Iwan.

Di luar potensi prestasinya, Sefril juga meninggalkan kesan mendalam bagi orang-orang yang mengenalnya. Menurut Iwan, atlet muda itu memiliki kepribadian baik, suka membantu, dan peduli terhadap atlet-atlet yang lebih junior.

Karakter tersebut membuat Sefril bukan hanya menjadi bagian dari tim panjat tebing Probolinggo, tetapi juga sosok yang dekat dengan rekan-rekan latihannya. Kehadirannya dinilai membawa arti tersendiri bagi lingkungan pembinaan atlet di daerah tersebut.

Kini, di tengah upaya memastikan informasi mengenai nasib Sefril, keluarga besar FPTI Kota Probolinggo menghadapi kemungkinan kehilangan salah satu atlet potensialnya. Organisasi tersebut juga mulai bersiap mengantisipasi kemungkinan pemulangan jenazah ke rumah duka.

“Ini tentunya menjadi duka yang sangat mendalam bagi kami, FPTI Kota Probolinggo, dan Kota Probolinggo pada umumnya,” ungkap Iwan.

Iwan berharap Sefril mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan untuk menghadapi musibah tersebut.

“Semoga almarhum diberikan pengampunan oleh Allah dan diberikan tempat yang sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.