Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UEA dan Indonesia Perluas Kemitraan Strategis hingga Ekonomi Digital

📅 Sabtu, 10 Okt 2026, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
UEA dan Indonesia Perluas Kemitraan Strategis hingga Ekonomi Digital Doc: Kedutaan UEA
Ket. Duta Besar UEA untuk Indonesia dan Timor-Leste Abdulla Salem AlDhaheri menyampaikan paparannya dalam kuliah umum President University Ambassador Lecture di President University di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

JAKARTA - Uni Emirat Arab dan Indonesia memasuki babak baru kemitraan strategis dengan memperluas kerja sama baik dari bidang perdagangan dan investasi, hingga energi bersih, lingkungan, teknologi, dan ekonomi digital.

Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia dan Timor-Leste Abdulla Salem AlDhaheri mengatakan hubungan kedua negara terus berkembang menjadi semakin luas, beragam, dan saling menguntungkan.

“Uni Emirat Arab tidak hanya berinvestasi pada proyek, tetapi juga pada kemitraan; tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada manusia; dan tidak hanya pada masa kini, tetapi juga pada masa depan bersama kedua bangsa,” kata AlDhaheri dalam kuliah umum President University Ambassador Lecture di President University di Jakarta, Kamis (8/10) dikutip dari siaran pers.

Dia mengatakan penguatan kerja sama tersebut menjadi bagian dari perjalanan hubungan diplomatik UAE-Indonesia yang memasuki usia 50 tahun pada 2026.

Menurut AlDhaheri, selain kerja sama antarpemerintah, hubungan bilateral juga mencakup kemitraan dunia usaha, peningkatan perdagangan, dan kerja sama pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di bidang ekonomi, dia menyoroti Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), berlaku sejak 1 September 2023, yang bertujuan mengurangi hambatan perdagangan dan memperluas akses pasar kedua negara.

Perdagangan barang nonmigas Indonesia-UAE meningkat dari 1,92 miliar dolar AS (sekitar Rp34,35 triliun) pada 2020 menjadi 5,84 miliar dolar AS (sekitar Rp104,48 triliun) pada 2025 atau tumbuh sekitar 204,2 persen.

Kerja sama juga berkembang di sektor energi melalui pembangkit listrik tenaga surya terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat berkapasitas 145 megawatt AC yang dikembangkan Masdar dan PLN Nusantara Power.

Kedua pihak juga menjajaki perluasan kapasitas Cirata hingga 500 megawatt dan pengembangan pembangkit tenaga surya terapung di Bendungan Jatigede, Jawa Barat.

Sementara di bidang lingkungan, UAE dan Indonesia meluncurkan Mangrove Alliance for Climate saat COP27 pada 2022. Aliansi tersebut kini telah berkembang menjadi 47 negara.

Kemitraan lingkungan lainnya mencakup pembangunan Mohamed bin Zayed–Joko Widodo International Mangrove Research Centre di Bali dengan dukungan pendanaan UAE sebesar 10 juta dolar AS serta inisiatif Clean Rivers senilai 20 juta dolar AS.

AlDhaheri juga menekankan pentingnya kerja sama di bidang air dan sanitasi. UAE bersama Senegal akan menjadi tuan rumah Konferensi Air PBB 2026 di Abu Dhabi pada 8–10 Desember.

Selain itu, Dubes menilai generasi muda Indonesia memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan kedua negara melalui pendidikan, kewirausahaan, teknologi, investasi, dan konektivitas antarmasyarakat.

AlDhaheri menutup kuliahnya dengan menegaskan komitmen UAE untuk terus mendukung inisiatif yang memperluas kolaborasi dan membuka peluang baru bagi kedua negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Nasional
Karya Jurnalistik Terancam ...
Luar Negeri
Putin Telepon Trump, Tekank...
Advertisement
Kementrans Dorong Konsep Transmigrasi Baru

Kementrans Dorong Konsep Transmigrasi Baru

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.