Wahana Jelajah Bulan NASA Digenjot untuk Dukung Misi Artemis Menuju Pangkalan Masa Depan
Kamis, 22 Okt 2026, 20:01 WIBLOS ANGELES, AS - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) terus memacu pengembangan wahana penjelajah (rover) bulan, baik yang berawak maupun robotik, guna mendukung inisiatif pangkalan bulan (Moon Base) yang telah direncanakan.
Dalam rilis terbaru pada Selasa (20/10), NASA menyoroti upaya untuk mengembangkan kemampuan monilitas permukaan yang diperlukan untuk eksplorasi pada masa mendatang serta keberlangsungan aktivitas manusia di bulan.
Wahana penjelajah NASA, Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (VIPER), dijadwalkan untuk memulai misi ke wilayah Kutub Selatan Bulan pada 2027 guna menelusuri kawah-kawah yang selalu berada dalam bayangan, dalam upaya mencari air serta sumber daya lainnya yang berpotensi berharga dan mendukung eksplorasi bulan yang berkelanjutan.
VIPER akan dikirim ke permukaan Bulan menggunakan wahana pendarat Blue Moon Mark 1 milik Blue Origin. Wahana tersebut diperkirakan akan menempuh jarak lebih dari 30 kilometer untuk mengumpulkan data mengenai suhu, kondisi pencahayaan, dan medan setempat.
NASA menyatakan bahwa data tersebut dapat membantu para ilmuwan untuk lebih memahami asal-usul dan distribusi air di Bulan, serta menilai bagaimana sumber daya Bulan dapat dimanfaatkan untuk mendukung eksplorasi di masa depan.
Sementara itu, NASA telah memberikan perintah tugas kepada Astrolab dan Lunar Outpost untuk membangun fase pertama rover Moon Base yang mampu mengangkut awak, yang disebut sebagai kendaraan medan Bulan (lunar terrain vehicles/LTV), yang dirancang untuk tiba di Bulan sebelum misi Artemis berawak dilaksanakan.
Blue Origin telah ditugaskan untuk mengirimkan rover ke Kutub Selatan Bulan paling lambat 2028 melalui inisiatif Commercial Lunar Payload Services NASA.
Dengan LTV, para astronaut dapat menjelajahi area-area yang beragam secara geologis di dekat Kutub Selatan Bulan, mengumpulkan sampel, serta mengangkut peralatan. LTV juga dapat dioperasikan dari jarak jauh dari Bumi untuk memetakan permukaan Bulan sebelum para astronaut tiba, kata NASA.
Menurut NASA, LTV dirancang untuk menempuh jarak hingga 10 kilometer dalam sekali pengisian daya baterai, mendukung hingga tiga aktivitas berjalan di Bulan (moonwalk) untuk setiap misi Artemis. Kendaraan ini juga dirancang mampu membawa sampel Bulan dan peralatan dengan berat hingga 80 kilogram.
"Wahana penjelajah Bulan merupakan elemen sentral dalam strategi mobilitas permukaan kami," ujar Robert Pickle, selaku direktur Surface Mobility Office NASA dalam Program Moon Base.
Kinerja wahana penjelajah Bulan akan membantu meletakkan dasar bagi sistem mobilitas yang diperlukan untuk membangun, mengoperasikan, dan memperluas infrastruktur guna mendukung eksplorasi Bulan jangka panjang, ujarnya. Ant
- Artemis II NASA
- pangkalan bulan
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Pejabat Diduga Minta Uang Buka Blokir Lahan Milik Summarecon
-
Misi Artemis II Melanglang Angkasa Paling Jauh dari Bumi
-
Baru Lewati Orbit Bumi, Toilet $30 Juta Artemis II Bermasalah
-
Pertamina Tambah 710 Ribu Tabung Elpiji 3 Kg di Jateng Dukung Kebutuhan Masyarakat saat Ramadan
-
Iklan Gratis, Viral Stoples Selai Coklat Melayang di Misi Artemis II - NASA Klarifikasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.